KKN MIT-DR 11 UIN Walisongo Kelompok 31 Gelar ‘Ngaji Bareng’ Online

Acara Ngabar berlangsung di Mushola Nurul Huda yang bertempat di RT 05/ RW 04 Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

JYBMedia: Maraknya tindakan kriminal yang dilakukan oleh beberapa oknum yang mengatasnamakan agama Islam sempat menjadi sorotan di berbagai media akhir-akhir ini. Tindakan tersebut, tentu sangat bertentangan dan melenceng dari ajaran Rasulullah SAW dan juga ulama-ulama yang menyebarkan agama Islam di Nusantara.

Disamping itu, generasi milenial yang saat ini juga mudah sekali mengakses berbagai media melalui gawai pun rentan tertarik bujuk rayu atau ajakan untuk mengikuti tindakan yang bertentangan, apabila informasi yang diterima langsung ditelan secara mentah, tanpa melakukan pencarian informasi yang lebih lanjut.

Salah satu cara untuk mengantisipasi ajakan tersebut, dengan memahami cara penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para ulama terdahulu. Salah satunya, seperti yang dilakukan oleh Kelompok 31 KKN MIT DR 11 UIN Walisongo Semarang dengan mengadakan acara Ngaji Bareng ( Ngabar).

Acara Ngabar berlangsung, Senin (18/1/2021) di Mushola Nurul Huda yang bertempat di RT 05/ RW 04 Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, dengan pemateri Ustad Muhammad Dawam, S.Pd. I, M.Pd yang merupakan tokoh agama setempat. Untuk tema yang diangkat, tentang ‘Implementasi Nilai-Nilai Kemanusiaan Dalam Dakwah Walisongo’.

Dan, penerapan anjuran pemerintah dilakukan, yakni mematuhi protokol kesehatan dan pembatasan peserta, dari remaja yang bertempat tinggal di sekitar Mushola.

“Walisongo dalam menyampaikan dakwahnya dilakukan dengan memanusiakan manusia. Beliau menyampaikan ajaran Islam tanpa menyingkirkan budaya yang telah dilakukan masyarakat Nusantara sebelumnya, salah satu contohnya, dengan menggunakan gending-gending jawa. Sehingga masyarakat saat itu merasa tersentuh karena adanya ajaran baru tetapi tidak menghapuskan tradisi lama, dan akhirnya masyarakat mulai menganut agama Islam”, tutur Ustad Dawam.

Menurutnya, proses penyampaian ajaran Islam oleh Walisongo dilakukan tanpa kekerasan dan paksaan. Hal itu bertujuan, agar masyarakat menganut Islam dengan ikhlas dan tetap menjalankan syariat, walaupun sudah ditinggalkan Walisongo berpindah ke tempat lain saat menyebarkan agama.

Baca juga:  Truk Pengangkut Sampah "Kencing" di Jalanan

Sementara, Fuad Ashari selaku Koordinator Kelompok 31 KKN MIT-DR 11 UIN Walisongo juga menjelaskan, terlepas dari salah satu program kerja yang telah ditentukan oleh pihak kampus, kegiatan ini diharapkan juga mampu memberikan pengetahuan tentang Dakwah Islam Walisongo serta untuk memupuk kembali ghirah dalam berdakwah, khususnya para generasi muda di era milenial saat ini.

” Seperti yang telah dicontohkan oleh para Ulama terdahulu khususnya Walisongo.” ucapnya.

Pengajian tersebut, juga disiarkan secara langsung di akun Instagram @kelompok.31 dengan tujuan, agar dapat dihadiri secara virtual oleh khalayak ramai. Pada akhir materi, Ustad Dawam juga berharap, agar pemuda- pemudi Indonesia masa kini dapat membentengi diri dari informasi yang sangat beragam, terutama apabila berkaitan dengan isu-isu keagamaan.

“Intinya mengingat kembali akan proses penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh Walisongo, dapat menjadi refleksi di kehidupan bermasyarakat untuk mewujudkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin” pungkasnya.(*/)

Pengirim dan Penulis :
Nama : Prima Vitra Varecha
Nim : 1708026020
Prodi : Fisika
Fakultas : Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang

Bagi anda yang ingin berpartisipasi di kolom pembaca jybmedia.com atau jyb netizen, Anda bisa mengirimkan melalui WA di 081335017333 atau di email : redaksi.jybmedia@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here