Memahami Arti Klimakterium

Ilustrasi wanita saat "kumpul" (dok/lineToday)

JYBMedia: Klimakterium merupakan fase yang tidak bisa dihindari wanita. Periode klimakterium adalah salah satu fase krusial dalam perjalanan hidup seorang wanita. Dalam fase ini, Anda akan mengalami berbagai perubahan yang alamiah dan tidak terhindarkan, termasuk penurunan kondisi kesehatan.

Klimakterium adalah periode kehidupan wanita yang dimulai ketika fungsi rahim mengalami penurunan dan berakhir ketika rahim benar-benar tidak berfungsi lagi secara alamiah. Mayoritas orang mengenal periode ini dengan sebutan ‘masa menopause’, padahal menopause sendiri merupakan salah satu tahapan dalam klimakterium.

Berdasarkan definisinya, periode klimakterium terbagi atas 3 tahap, yakni fase pramenopause, menopause, dan pascamenopause. Masing-masing tahapan klimakterium memiliki ciri yang khas dan kadang kala dibarengi dengan munculnya masalah kesehatan, seperti osteoporosis, penyakit
Apa bedanya pramenopause, menopause, dan pascamenopause?

Fase klimakterium tidak terjadi serta-merta alias secara instan dalam satu malam. Anda akan mengalami perubahan secara gradual dalam 3 tahap sehingga mungkin tidak menyadarinya.

Anda mungkin tak menyadari kehadiran klimakterium

Ketiga tahap yang dimaksud dalam klimakterium adalah:

1. Pramenopause

Dalam fase pertama klimakterium ini, menstruasi Anda belum berhenti, hanya saja akan datang secara tidak beraturan. Misalnya, Anda bisa saja datang bulan setiap 30 hari, tapi kali ini berlangsung 60 hari sekali atau bahkan lebih.Mayoritas wanita mengalami pramenopause di usia 47 tahun, tapi bisa juga lebih awal atau lebih lambat dari acuan tersebut. Meski fungsi rahim sudah mulai menurun karena menstruasi yang tidak teratur ini, Anda secara teori masih bisa hamil

2. Menopause

Fase ini ditandai dengan keluarnya menstruasi terakhir dalam hidup Anda. Meskipun demikian, Anda kemungkinan tidak akan menyadari sudah masuk masa menopause hingga satu tahun setelah haid terakhir, mengingat haid yang tidak teratur sebelumnya.

Baca juga:  Pete Juga Baik Atasi Darah Tinggi

3. Pascamenopause

Tahap akhir dari klimakterium adalah pascamenopause, yakni tepat satu tahun setelah mengalami haid terakhir dan Anda sudah tidak mungkin lagi hamil. Salah satu hal terpenting yang perlu diingat pada fase ini adalah keluarnya darah dari vagina, untuk setiap penyebab, bukanlah hal normal sehingga Anda wajib langsung memeriksakan diri ke dokter.

* Gejala saat memasuki klimakterium

Gejala yang akan Anda alami saat memasuki fase klimakterium bisa berbeda untuk setiap wanita. Namun, biasanya tanda klimakterium adalah berupa:

1) Menstruasi tidak beraturan

Menstruasi bisa lebih panjang, lebih pendek, lebih deras, atau bahkan seperti tersendat. Jika mengalami jeda haid lebih dari 60 hari, kemungkinan besar Anda sedang memasuki masa praimenopause.

2) Hot flash dan gangguan tidur

Hot flash pada masa klimakterium adalah munculnya perasaan panas di dalam tubuh secara intens dan tiba-tiba. Hot flash bisa mengakibatkan gangguan tidur, tapi sulit tidur juga dapat muncul tanpa hot flash. Kondisi ini akan makin intens saat memasuki tahap menopause.

3) Perubahan mood

Gampang marah, sering sedih tiba-tiba, dan stres bisa terjadi mulai pada masa pramenopause, karena perubahan hormonal di dalam tubuh.
Perubahan perilaku seksual
Cairan vagina berkurang, gairah seksual menurun, begitu pula dengan tingkat kesuburan karena merosotnya level hormon estrogen.

Masalah kesehatan yang mengintai saat klimakterium

Penyakit jantung berisiko terjadi pada fase klimakterium
Hal paling mencolok yang terjadi pada fase klimakterium adalah penurunan level hormon estrogen di dalam tubuh manusia. Saat hormon ini berkurang drastis ketika Anda mencapai tahap pascamenopause, maka keseimbangan tubuh juga akan terganggu yang mengakibatkan lebih rentan mengalami masalah kesehatan, seperti:

1) Vagina kering

Baca juga:  Komsumsi Makanan Panas, Berbahayakah ?

Berhubungan seksual tidak lagi menyenangkan, terasa sakit, bahkan bisa mengakibatkan infeksi saluran kemih maupun atrofi vaginitis.

2) Penyakit jantung

Estrogen memainkan peran penting bagi dinding bagian dalam arteri jantung yang mengatur aliran darah. Namun, masalah ini tidak serta-merta bisa diatasi dengan suntik hormon estrogen di fase pascamenopause, karena itu justru bisa membahayakan kesehatan.

3) Ostoporosi

Penurunan hormon estrogen juga dapat membuat tulang lebih rapuh dan keropos alias ostoporosis.

4) Penurunan metabolisme

Efek klimakterium adalah menurunkan metabolisme sehingga tubuh akan lebih rentan menyimpan lemak dan membuat Anda lebih cepat gemuk dari anak-anak muda.

Klimakterium adalah fase alamiah yang tidak bisa dihindari, tapi Anda tidak perlu takut untuk menghadapinya. Jalani medical check-up secara berkala, terutama untuk pemeriksaan mammogram, kepadatan tulang, hingga pap smear.

Catatan :

Lakukan juga pola hidup sehat, seperti senantiasa bergerak aktif dan menjaga asupan nutrisi makanan tetap beragam. Selalu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda akan mengonsumsi suplemen atau obat tertentu dan bila perlu, jalani terapi hormon. (*/)

sumber: Sehatq.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here