Melihat Potensi Gusjigang di Museum Jenang Kudus

Lailatul Fitriani, Mahasiswi KKN MIT DR 11 UIN Walisongo Semarang.

KUDUS – JYBMedia: Mahasiswa KKN mandiri inisiatif terprogram, UIN Walisongo Semarang, melakukan kunjungan ke Gusjigang X-Building dalam museum Jenang yang berlokasi di Kabupaten kudus. Museum gusjigang ini berisi berbagai koleksi miniature bangunan bersejarah.

Gusjigang, merupakan local wisdom dan lokal culture serta ajaran moral kehidupan yang diwariskan Sunan Kudus. Gusjigang akronim dari bagus akhlaknya, (spiritual), pinter ngaji (intelektual), dan terampil dagang (entrepeneurship). Melalui ajaran inilah, Sunan Kudus membawa pengaruh besar kepada masyarakat Kudus, terutama masyarakat disekitar menara dan masjid Al-Aqsha yang dibangun oleh Sunan Kudus.

Kegiatan kunjungan museum Gusjigang, dilakukan Senin (08/02/2021), yakni Lailatul Fitriani Mahasiswa KKN dan kelima temannya. Mereka, sangat antusias mengamati isi museum tersebut.

Awal masuk museum Gusjigang diperlihatkan menara Kudus dengan ukuran yang lebih kecil.
Izam yang juga salah satu mahasiswa KKN menyampaikan bahwa, miniatur menara ini sangat mirip sekali dengan aslinya.

” Hanya saja ukuranya lebih kecil dari aslinya” ucapnya.

Di dalam museum ini juga diperlihatkan sejarah makanan khas kota Kudus, yaitu Jenang Kudus Mubarok. Jenang ini mulai di produksi tahun 1910 yang dirintis oleh Hj. Alawiyah dan H. Mabruri, yang saat ini diteruskan oleh generasi ketiga, Muhammad Hilmy, hingga sekarang sudah dijadikan sebagai makanan khas Kudus.

“ Bahan dasar pembuatan jenang dan proses produksi di gambarkan secara jelas dengan miniature patung yang sangat bagus. Disitu, juga diperlihatkan alat-alat yang di pakai dalam pembuatan jenang, mulai menggunakan alat manual sampai menggunakan alat yang lebih modern sangat lengkap” kata dian mahasiswa lainya.

Museum Gusjigang juga memiliki ruangan yang menggambarkan kota Kudus tempo dulu, dengan bangunan rumah kecil tempo dulu dan foto-foto bersejarah pada masa pemerintahan di kota Kudus. Tidak hanya itu, museum Gusjigang juga memiliki koleksi Al-Qur’an yang memperlihatkan berbagai macam ukuran dan bahan dalam pembuatan Al-Qur’an.

Baca juga:  KKN UIN Walisongo Inisiasi Pelatihan Membuat Pupuk Organik Cair

“Ada banyak sekali macam bahan yang di pakai dalam pembuatan Al-Qur’an ada yang dari kulit hewan seperti sapi dan kerbau, daun dan kertas kuno yang sangat menarik” imbuh Dian.

“Gusjigang X-Building dalam museum Jenang sangat berpotensi sebagai wisata edukasi yang memberikan banyak sekali pengetahuan dan sejarah yang ada di Kabupaten Kudus”. pungkas Udin salah satu mahasiswa KKN lainya, menimpali.(*/)

Penulis dan pengirim : Lailatul Fitriani, Mahasiswi KKN MIT DR 11 UIN Walisongo Semarang.

Bagi anda yang ingin berpartisipasi di kolom pembaca jybmedia.com atau jyb netizen, Anda bisa mengirimkan melalui WA di 081335017333 atau di email : redaksi.jybmedia@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here