Dari Jualan Kopi Hingga Terima Penghargaan

Ilustrasi kopi

GORONTALO – JYBMedia: Kopi masih jadi pilihan minuman banyak kalangan. Tidak heran bisnis ini pun masih dilirik para wirausaha. Sama halnya yang dilakukan Kiki Rahman, yang menjalankan usahanya melaui “Gerobak Sapae Kopi”.

Di awal tahun 2021, ia menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Bone Bolango dalam kategori UMKM Milenial.

Penghargaan ini diberikan atas prestasi dan dedikasinya pada sektor usaha mikro dan menengah dengan menghadirkan “Kopi Mama” yaitu kopi lokal (Pinogu) siap saji yang dikemas secara modern.

Selain itu, kini dia juga memproduksi kopi yang terbuat dari ampas kopi yang dicampur dengan beberapa bahan, seperti beras, jagung dan kayu manis.

“Di sini kami menjual Kopi Mama dalam kemasan botol dan sapae kopi dengan bahan utamanya memakai kopi Pinogu. Sapae adalah Bahasa Gorontalo yang artinya ampas kopi. Ini berhubungan dengan latar belakang budaya orang Gorontalo,” kata Kiki.

Ia pun mengaku, memilih konsep gerobak kopi karena menargetkan konsumen di lokasi wisata.

“Kita beralih konsep gerobak kopi dengan target pasarnya adalah tempat-tempat wisata, agar lebih mendekati konsumen. Menunya dilengkapi cemilan lokal seperti bilibidu, bagea dan halua,” kata Kiki.

Ia menuturkan, pemasaran Kopi Mama masih difokuskan di wilayah Bone Bolango.

“Kopi Mama hanya dijual di Bone Bolango, kalaupun didelivery hanya dibagian Kota Gorontalo bagi peminat atau rekan saja,” tutur Kiki.

Dia mengaku, dalam seminggu bisa mendapatkan omset dua juta rupiah, atau setara botol kopi mama.

Bagi pencinta kopi yang ingin merasakan cita rasa yang khas dari Kopi Mama dan Sapae Kopi ini bisa mendapatkannya di Pantai Kurunai Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone setiap Sabtu dan Minggu.

Baca juga:  Skipping, Olah Raga Ringan Dengan Segudang Manfaat

Di tempat itu juga terdapat buku-buku untuk dibaca oleh para pelanggan. (jar/sib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here