Memahami 5 Hal, Jika Feses Berwarna Hitam

Ilustrasi Feses (honestdocs)

JYBMedia: Kotoran manusia (feses) adalah sisa metabolisme dari sistem pencernaan. Bentuk dan warna feses bisa bermacam-macam. Namun secara umum, feses memiliki ciri setengah padat yang dilapisi lendir dan berwarna cokelat terang hingga cokelat gelap.

Feses berwarna hitam adalah kondisi di mana feses berubah warna menjadi sangat gelap hingga menghitam. Ini termasuk hal yang normal, jika penyebabnya adalah makanan. konsumsi obat, atau suplemen zat besi. Namun, feses hitam bisa menjadi tanda adanya perdarahan (melena) jika disertai dengan gejala lain, seperti sakit kepala, nafsu makan menurun, nyeri pada perut dan rektum, feses berbau, perut kembung, serta mual dan muntah. Baca pembahasannya di bawah ini.

Penyebab Feses Berwarna Hitam

Dalam istilah medis, feses berwarna hitam disebut melena. Kondisi ini terjadi akibat perdarahan pada saluran cerna bagian atas, yaitu kerongkongan, lambung, dan duodenum (usus dua belas jari). Darah ini semula berwarna merah cerah, kemudian berubah lebih gelap karena perjalanan panjang ke saluran cerna dan sudah mengalami proses deoksigenasi, yaitu proses penghilangan oksigen dari suatu zat. Dampaknya, proses tersebut menghilangkan warna cerah dari darah dan berubah menjadi lebih gelap (menghitam).

Lantas, apa saja penyebab melena?

1. Ulkus Peptikum

Ulkus peptikum adalah suatu luka pada lapisan mukosa duodenum (usus dua belas jari) atau lambung. Biasanya, ini terjadi akibat bakteri, kebiasaan merokok, minum alkohol, atau konsumsi obat-obatan tertentu. Salah satu gejala yang ditimbulkan berupa feses berwarna hitam, sesak napas, hilangnya nafsu makan, berat badan berkurang, serta mual dan muntah.

2. Gastritis

Gastritis adalah peradangan pada dinding lambung. Penyebab utama gastritis adalah bakteri H. pylori yang bisa ditemukan pada makanan atau air tercemar. Penyebab lainnya adalah konsumsi alkohol berlebihan, stres, muntah kronis, dan konsumsi obat-obatan tertentu. Selain feses berwarna hitam, gejala lain yang ditimbulkan berupa rasa tidak nyaman pada perut bagian atas, gangguan pencernaan, serta mual dan muntah.

Baca juga:  Bekas Jerawat Bisakah Hilang Total?

3. Varietas Esofagus

Varietas esofagus adalah perdarahan yang terjadi ketika vena membengkak (varises) di esofagus bagian bawah dan berdarah. Penyakit ini akan menimbulkan gejala jika varises sudah pecah. Gejala yang ditimbulkan, antara lain muntah darah, sakit perut, feses berwarna hitam, dan tekanan darah rendah.Bila varises adalah penyebab feses hitam yang kamu alami, mungkin juga akan mengalami gejala, seperti kulit dan mata berwarna kuning, memar, perut membengkak, pusing, dan pingsan. Varietas esofagus adalah kondisi darurat yang butuh perawatan di rumah sakit. Perawatan yang biasanya dilakukan untuk mengatasi kondisi medis satu ini, antara lain pemberian obat melalui infus untuk menurunkan tekanan di vena atau melakukan prosedur yang disebut endoskopi untuk mengikat pembuluh darah agar menghentikan perdarahan.

4. Kanker Perut

Kanker perut juga dikenal dengan kanker lambung. Penyakit ini ditandai dengan perut membengkak, kelelahan, muntah darah, berat badan menurun, diare atau sembelit, dan feses berwarna hitam.

5.Sindrom Mallory-Weiss

Ini adalah kondisi di mana terjadi robekan di dalam lapisan jaringan esofagus bernama mukosa. Sindrom ini biasanya terjadi di tempat antara esofagus dan perut. Gejala yang ditimbulkan berupa mual, muntah darah, sakit perut, dan feses berwarna hitam. Kebanyakan sindrom Mallory-weiss dapat sembuh dengan sendirinya. Bila tidak, dokter dapat meresepkan obat untuk menghentikan perdarahan. Segera kunjungi dokter bila kamu melihat darah pada muntahan atau kotoran kamu, merasa lemah atau pusing, kesulitan bernapas, dan merasakan nyeri di dada atau perut.

6.Diagnosis Feses Berwarna Hitam

Melena bisa didiagnosis dengan dua cara, yaitu:
Esophagogastroduodenoscopy (EGD). Ini adalah proses di mana sebuah tabung kecil dengan kamera dan cahaya yang melekat padanya dimasukkan melalui mulut dan bawah esofagus. Ini akan membantu dokter untuk memeriksa tanda-tanda pendarahan lebih tinggi di saluran cerna.
Tes darah, feses, atau napas. Dokter mungkin akan meminta sampel feses dan darah, atau menjadwalkan tes napas untuk memeriksa tanda-tanda infeksi, termasuk infeksi yang disebabkan oleh H. pylori.(*/)

Baca juga:  Buah Srikaya, di Balik Kelezatanya

sumber : halodoc.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here