Warga Desak Pengelola Tol Serpong-Pondok Aren Tangani Banjir di KM 08

Ilustrasi banjir di KM 08 Tol Serpong-Pondok Aren.

TANGERANG SELATAN – JYBMedia: Warga di tiga Rukun Warga (RW) di Kelurahan Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) mendesak pengelola Tol Serpong-Pondok Aren untuk lebih serius menangani banjir di KM 08 Tol Serpong-Pondok Aren.

Pasalnya, banjir di lokasi itu berdampak pada ketiga RW. Antara lain, RW 13 Kampung Gedong, RW 005 Kampung Cilalung dan RW 022 Puri Bintaro Indah.

Ketua RW 13 Kampung Gedong Jombang, Tubagus Fachrurozi mengatakan ada tiga RW terdampak banjir karena keberadaan tol.

“Banjir ini sudah berlangsung tahunan dan sampai saat ini belum ada solusi. Pada 2019 lalu, kita sempat di mediasi PU (Dinas Pekerjaan Umum Tangsel) dengan pihak tol. Tapi, dari pertemuan itu belum ada penanganan yang dijalankan sampai sekarang,” katanya, Senin (22/2/2021), dilansir metrotangsel.com – grup siberindo.co, jaringan jybmedia.com

Saat ini tiga RW tersebut kembali dilanda banjir akibat intensitas hujan yang tinggi dari Jumat (19/2/2021) malam.

Ruas Tol Serpong-Pondok Aren pun, khususnya di KM 08 kembali terendam banjir.

“Saya mewakili warga RW 13 bertemu dengan pengurus RW 005 dan RW 022 untuk membahas solusi jangka panjang.

Kita sepakat, solusi yang harus dilakukan adalah pembangunan waduk atau tandon untuk menyerap air,” katanya.

Tubagus juga menyampaikan bahwa usulan tersebut rencananya akan disampaikan dalam Musrenbang tingkat Kecamatan tahun ini.

Terpisah, Kepala DPU Kota Tangsel Aries Kurniawan membenarkan bahwa pihaknya memediasi warga dengan pengelola Tol Serpong-Pondok Aren.

Ia juga mengaku bahwa banjir di KM 08 berimbas ke permukiman warga di tiga RW.

“Ada usulan warga agar pengelola Tol BSD ini membebaskan lahan di sekitar tol untuk dijadikan tandon, penampungan air.

Baca juga:  PT INKA akan Produksi Bus dan Kereta Listrik Secara Masal

Jadi sebelum dialirkan ke Kali Angke, air diparkir (tampung) terlebih dahulu di tandon itu,” Aries menambahkan.

PT BSD Tol sempat melakukan ground breaking proyek untuk mengatasi banjir di ruas tol itu, yakni dengan membuat saluran pembuangan langsung dari tol ke Kali Angke.

Hanya saja, rencana ini sempat tidak mendapat rekomendasi dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC).

“Info terakhir, sudah sepakat (PT BSD dengan BBWSCC). Jadi tinggal menunggu rekomtek (rekomendasi teknis) dari BBWSCC untuk penanganan banjir di KM 8 ini,” tandasnya.(*/sib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here