Cara Mengelola Emosi di Tempat Kerja

Ilustrasi tempat kerja (dok/mppsoft)

JYBMedia: Emosi adalah istilah yang digunakan untuk keadaan mental dan fisiologis yang terhubung dengan beragam perasaan, pikiran dan perilaku. Emosi adalah pengalaman yang bersifat subjektif atau yang dialami berdasarkan sudut pandang individu. Emosi berhubungan dengan konsep psikologi lain seperti suasana hati, temperamen, kepribadian dan disposisi.
Jadi, emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri seseorang. Emosi tidak selalu tentang kemarahan. Emosi secara garis besar terbagi 2 macam, yaitu emosi positif dan emosi negatif. Emosi positif contohnya adalah cinta, bahagia, gembira, dan lainnya. Emosi negatif contohnya adalah khawatir, marah, kecewa dan lainnya.

Emosi positif dan emosi negatif memiliki pengaruh besar pada karir seseorang, sebagai contoh para manajer yang selalu menampilkan emosi positif, akan dapat mempengaruhi kinerja karyawannya sehingga hasilnya akan efektif dan efisien. Sebaliknya, jika ditempat kerja manajernya selalu menampilkan emosi negatif, maka pada gilirannya akan terlihat pada hasil kerja karyawannya yang berantakan, tidak efektif dan tidak efisien.

Orang yang selalu dalam emosi negatif biasanya terlihat dari perilakunya seperti marah yang disertai dengan merusak atau melempar barang yang ada disekitarnya, suka main pukul, larut dalam kesedihan dan mendendam sampai timbul rencana membalas pada orang lain.

Dampak yang ditimbulkan karena emosi negatif sangat besar. Emosi negatif bisa menjadi perusak kehidupan dalam keuangan, karir, hingga hubungan dengan sesama bahkan dengan Tuhan.
Emosi negatif yang mengendap dalam tubuh juga bisa dengan mudah menjadi penyebab stress, depresi dan keputusasaan sehingga dengan mudah melakukan tindakan diluar batas.

Emosi negatif juga bisa mengakibatkan penyakit ringan seperti pegal hingga penyakit berat seperti kanker, diabetes, jantung, ginjal, darah tinggi dan penyakit lain yang tidak terdeteksi penyebabnya.
Agar kita mendapatkan kesuksesan dalam karir, maka sebaiknya kita dapat mengelola emosi dengan baik. Orang yang dapat mengendalikan emosinya atau disebut memiliki kecerdasan emosional, dia akan dapat mengendalikan pekerjaan, dapat memahami emosi, dan mudah menyelesaikan masalah rumit yang terjadi ditempat kerja.

Baca juga:  Bingung Rambut Bercabang ?

Sebaliknya, orang yang tidak mempunyai kemampuan kecerdasan emosi, maka dialah yang dikendalikan oleh pekerjaan dan tidak mampu menyelesaikan masalah, bahkan jika itu masalah yang termudah.

Kecerdasan emosional ini penting untuk pekerjaan tim (kelompok) dalam mencapai tujuan, karena pekerjaan tim adalah pekerjaan dengan banyak orang yang berarti menghadapi pribadi, karakter, latar belakang pendidikan dan pengalaman yang berbeda.

Berikut beberapa tips yang dapat membantu mengelola emosi ditempat kerja, diantaranya:

Kuatkan tekad kepada diri sendiri untuk mengendalikan emosi dan tidak tunduk pada emosi – emosi negatif yang muncul dalam diri. Orang yang mudah marah dan membuat orang disekitarnya tidak nyaman tentu itu adalah suatu sikap yang tidak baik.

Jika sedang ingin mengeluarkan emosi negatif, seperti marah, cobalah memposisikan diri sebagai orang yang akan menjadi pelampiasan. Contohnya:siapa sih yang suka dimarahi? Siapa sih yang suka diumpat? Jadi mencoba memiliki empati pada orang tersebut akan dapat mengendalikan emosi.

Saat sedang emosi sebaiknya alihkan pada sesuatu yang menyenangkan hati atau kita sukai. Alihkan pikiran ketempat yang nyaman atau pergi dahulu ketempat – tempat dimana bisa menenangkan hati misalnya taman, tempat yang sunyi, tempat ibadah, dan sebagainya. Bisa juga melakukan sesuatu yang membuat pikiran tenang seperti membaca buku atau ambil air wudhu, sholat atau sembahyang.

Saat menghadapi kemarahan seseorang baik dari atasan atau rekan kerja, cobalah untuk diam meskipun mereka menyerang, tidak perlu langsung membela diri. Beri kesempatan mereka untuk mengeluarkan perasaan. Selama Anda diam dan mendengarkan, komunikasikan perhatian Anda dengan bahasa tubuh, berikan tatapan mata yang tenang sikap tubuh yang terbuka. Setelah kemarahan mereka reda, Anda bisa menyampaikan pembelaan Anda, jika memang ada yang perlu diklarifikasi. Jika Anda memang salah, sebaiknya mengakui saja. Bicaralah dengan penuh ketenangan, jelas dan tegas. Hal ini akan meredakan suasana.

Baca juga:  Ragam Tanaman Hias yang Tak Butuh Banyak Cahaya Matahari

Jika memang memendam perasaan marah pada seseorang, sebaiknya curahkan isi hati atau kekesalan pada orang yang dipercaya. Hal ini untuk menjaga kemungkinan rahasia tersebar dan masalah malah menjadi rumit. Pikirkan tempat curhat yang memiliki kebijaksanaan agar Anda tidak dikhianati.

Sebelum meluapkan kemarahan pada orang lain, cobalah dipikirkan dahulu, apakah memang harus marah dan pikirkan juga akibat negatifnya pada orang lain.

Usahakan tetap menampilkan ekspresi yang baik seperti menyapa dan tetsenyum. Jangan suka memperlihatkan ekspresi kekesalan atau amarah pada orang lain.

Emosi bisa dilampiaskan dengan olahraga. Gerak tubuh bermanfaat menyegarkan fisik sekaligus fikiran.

Jika suasana tempat kerja sudah tidak lagi menyenangkan, Anda perlu melepaskan pekerjaan sementara dengan mengambil cuti untuk rekreasi, agar mendapat penyegaran dan solusi baru yang berhubungan dengan masalah – masalah kantor.(*/)

sumber : berbagai sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here