Status Gunung Merapi Masih Siaga

Ilustrasi Gunung Merapi

YOGYAKARTA – JYBMedia: Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran, Kamis (4/3/2021) malam ini, sekitar 20.00 WIB.

“Estimasi jarak luncur sejauh 1.300 meter,” kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida dalam laporan tertulis, Jumat (5/3/2021).

Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 25 milimeter selama 126 detik.

Berdasarkan BPPTKG pada hari ini sejak 12.00 WIB sampai 18.00 WIB, teramati asap putih dengan intensitas sedang hingga tebal setinggi 50 meter di atas puncak kawah.

Dalam periode itu, tercatat pula ada 53 kali gempa guguran, empat kali gempa embusan, dan satu kali gempa fase banyak.Saat ini aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Status Siaga sejak 5 November 2020.

Sepanjang Selasa (2/3/2021) pagi terjadi guguran awan panas pada pukul 05:11 WIB.

Awan panas guguran ini tercatat di seismograf dengan amplitudo 60 mm dan durasi 171 detik, perkiraan jarak luncur 1900 m ke arah Barat Daya.

Selang sesaat, terjadi lagi guguran serupa, pada pukul 05:29 WIB. Getaran guguran ini tercatat di seismograf pada amplitudo 40 mm dan durasi 96 detik. Perkiraan jarak luncur 1200 m, juga ke arah Barat Daya.

Sehari sebelumnya, gunung setinggi 2.968 mdpl itu kembali muncurkan awan panas, jarak luncurnya mencapai sekitar 1.700 m ke arah Barat Daya, Senin, (1/3/2021) subuh.

Petugas pengamat Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Heru Suparwaka menjelaskan, awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 45 mm dan durasi 156 detik.

Pada periode Senin, (1/3) pukul 00.00-06.00 WIB, teramati pula guguran lava pijar 17 kali dengan jarak luncur maksimal 1.200 m ke arah barat daya.

Baca juga:  Melihat Reaksi Walikota Kediri Usai di Vaksinasi

Secara meteorologi, cuaca Gunung Merapi berawan dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi Erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. (*/sib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here