Usai Cupang, Muncul Tren Ikan Channa

Ilustrasi Ikan Channa

SETELAH cupang, kini muncul tren ikan channa yang masih kerabat dengan gabus. Channa adalah keluarga ikan gabus yang menjadi primadona bagi para pencinta ikan predator. Di luar negeri, ikan channa memiliki sebutan snakehead.
Terdapat beraneka jenis ikan channa, salah satu yang langka dan berharga tinggi adalah Channa Barca. Channa kini menjadi ikan hias yang banyak dicari berkat kecantikannya. Bahkan, harga ikan channa ada yang mencapai jutaan rupiah per ekor.

Ari Susilo, ketua Iwak Kutuk Surakarta Hadiningrat (Dukun Channa), komunitas pencinta ikan channa, mengatakan ikan gabus dikenal sebagai ikan channa bagi pencinta ikan hias. Beberapa orang menyebut ikan predator ini sebagai snakehead fish karena bentuk kepalanya menyerupai bentuk kepala ular.

Memulai memelihara ikan hias sejak 2015, ia beserta 20 orang lainnya mendirikan komunitas Iwak Kutuk Surakarta Hadiningrat (Dukun Channa). Berawal dari pencinta ikan hias di media sosial, pada April 2020 lalu komunitas ini resmi berdiri berstruktur organisasi yang rapi.

“Tujuannya mengenalkan ikan channa, bagi sebagian orang ikan ini dianggap ikan konsumsi. Banyak juga yang menanyakan kenapa ikan kutuk (gabus) kok dipelihara. Kenapa tidak ikan-ikan hias lain. Daripada sekadar kumpul, kami mendirikan komunitas,” ungkap Ari, seperti dikutip dari Solopos, Selasa (2/3/2021).

Ia menjelaskan, ada beberapa jenis ikan channa ada di Indonesia. Varian ikan channa itu ada yang berasal dari luar negeri maupun lokal Tanah Air. Ikan gabus dari luar negeri itu di antaranya Channa Pulchra dari Myanmar, Channaasiatica dari China, dan Channa Auranti dari India.

Namun, ikan channa asli Indonesia tidak kalah pamor dari ikan luar negeri. Jenis ikan lokal yang paling banyak diminati yakni ikan Channa Maruiloides dari perairan Kalimantan dan Sumatera.

Baca juga:  Ragam Bulu Mata Bagi Wanita

Menurut dia, belum semua ikan channa bisa diternak di Indonesia. Sehingga, banyak juga ikan yang merupakan hasil tangkapan alam.

Pemeliharaan Ikan Channa

Ari menyebut memelihara ikan channa tergolong gampang-gampang susah. Pasalnya, ikan channa tidak bisa asal dipelihara, tapi memerlukan perawatan ekstra seperti memerhatikan pakan hingga pengaturan akuarium.

Perawatannya sangat berpengaruh pada kualitas ikan untuk mengeluarkan warna, motif, hingga mental ikan. Ikan jenis predator ini memakan cacing, udang, sampai ulat.

Ari menyebut kualitas ikan channa juga memengaruhi harganya. Harga ikan channa berkisar puluhan ribu hingga puluhan juta rupiah. Ari yang juga penjual ikan channa mengaku bisa memperoleh omzet mencapai Rp5 juta setiap bulan.

Sementara Galang Yoga, sekretaris Iwak Kutuk Surakarta Hadiningrat (Dukun Channa), mengaku sebagai komunitas pecinta ikan termuda, komunitasnya langsung tancap gas mengedukasi masyarakat tentang ikan channa. Hasilnya, beberapa waktu lalu mereka berhasil menggelar latihan bersama atau kontes ikan berskala kecil pertama kali di Solo Raya.

Menurut dia, di Kota Solo cukup banyak pencinta ikan channa, namun belum ada perlombaan sebagai adu gengsi penghobi ikan.

“Acara yang kami gelar memperlombakan ikan channa pulchra. Pencinta sangat antusias mengikuti perlombaan ini. Tidak ada kendala berarti, dalam waktu dekat akan ada latihan bersama lagi ikan channa maruiloides dan channalimbata,” ungkap Galang.

Dirinya mengakui banyak masyarakat yang tidak mengetahui ikan gabus (channa) ternyata memiliki banyak warna seperti warna biru, merah, hijau, dan kuning. Ia berencana menggelar kontes ikan channa berskala nasional.

Sedangkan pencinta ikan lainnya, Farid Adam, mengaku sangat senang memelihara ikan channa yang sarat gengsi ini. Ia menyebut sesama pencinta ikan hias akan menghasilkan kualitas ikan channa yang berbeda pula.(*/)

Baca juga:  Ini Waktu Terbaik Mengenali Diri Sendiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here