Punakawan Park, Destinasi Wisata yang Wajib Dikunjungi

(ist)

TULUNGAGUNG – JYBMedia: Mendengar wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pasti tergiang ditelinga kita akan sebutan Kota Marmer, pada daerah tersebut. Tapi, tidak dinyana wilayah ini memiliki Destinasi Wisata kekinian bernuansa sejarah yang memukau.

Adalah destinsasi wisata kekinian, Punakawan Park,bertempat di Desa Banaran, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun international.

Kepala Desa Banaran, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Andri Suprambodo, mengatakan, desanya memiliki destinasi wisata. Akan tetapi, Punakkawan Park menjadi lokasi wisata yang banyak dikunjungi.

Menurutnya, nama Punakawan Park sendiri memiliki ceritera sejarah yang panjang hingga adanya nama Desa Banaran. Sehingga, Punakawan Park dijadikan lokasi wisata, karena merupakan cikal bakal lahirnya Desa Banaran.

” Nama Punakawan Park ini sebenarnya menceriterakan pengayoman desa atau cikal bakal Desa Banaran,” ujar Andri.

Lebih jauh Andri menguraikan, ceritera ini berawal dari seorang prajurit dari Kerajaan Majapahit yang melarikan diri ke gunung cilik dan berada di desa setempat dan tinggal dengan Eyang Supo Banar.

Saat itu, kata Andri, Eyang Supo merupakan pamong desa, hingga dirinya menampung prajurit majapahit tersebut. Oleh karena itu, untuk menghargai Eyang Supo banar, didirikan Wisata Punakawan Park.

“Pemberian nama wisata Punakawan Park inimerupakan penghargaan terhadap eyang supo dan Pemerintah Desa membuat Patung Mbah Semar sebagai icon pamong desa,” kata Andri.

Mbah lurah Andri menambahkan, bahwa wisata kekinian Punakawan Park ini berdiri pada lahan kosong sekira 1 hektar dandikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Banaran Sakti.

“Lahan ini dibangn diatas tanah kas DesaBanaran yang dulunya masih kosong. Karena itu,“ urai Andri.

Ia juga mengutarakan, Punakawan Park diresmikan pada 15 November 2020, dengan tujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa(PAD) dalam meningkatkan perekonomian warga desa.

Baca juga:  Komisi III DPR Setujui Listyo Sigit Prabowo Sebagai Kapolri

Pria yang juga sebagai Sekretaris Asosiasi desa wisata (Asidewi) Kabupaten Tulungagung, juga mengatakan, di Punakawan Park ini selain sebagai untuk refresing bersama keluarga juga sebagai wisata edukasi.

” Disini anak-anak dapat bermain sedangkan orang tua sambil menikmati kuliner dan obyek wisata lain seperti wisata petik buah,” tutur Andri.

Untuk masuk dalam lokasi Punakawan Park, pengunjung digratiskan. Akan tetapi pengunjung harus membayar biaya parkir.

Destinasi wisata Punakawan Park ini dalam program jangka panjang akan terus berinovasi sehingga pengunjung lebih dimanjakan dengan adanya wahana baru bermain bagianak dan keluarga.

” Tahun 2022 nantinya disini akan dibangun wahana water park (kolam renang.red), outbond dan wahana lainnya. semua itu, kami sudah menjalin kerjasama dengan pendamping pariwisata, Sunyoto sebagai pengelola obyek wisata di kabupatenMojokerto,” paparnya

Dengan menciptakan destinasi wisata kekinian ini ia berharap dapat memberdayakan pelaku usaha mikro di desanya dan ada penambahan PAD Banaran.

“Jadi begini, kita berdayakan pelaku UMKM desa Banaran. Kedepannya,1 tahun atau 5 tahun bahkan 10 tahun, saat Pemerintahpusat sudah tidak menggelontorkan DanaDesa (DD) maka Pemerintah desa (Pemdes) Banaran sudah mandiri,” harap Andri.(fer/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here