Melihat Potensi Geowisata di Perbukitan Menoreh Kulonprogo

(dok/harianmerapi)

KULONPROGO – JYBMedia: Pariwisata di Kulonprogo terus berkembang menjadi semakin menarik dan beragam.

Pengembangan sektor wisata ini dilakukan demi meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kulonprogo, sehingga berdampak pada perolehan pendapatan daerah serta peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah setempat.

Salah satu upaya mengembangkan sektor wisata yang akan dilakukan Dinas Pariwisata Kulonprogo adalah mengangkat potensi geowisata yang ada di Perbukitan Menoreh.

Potensi tersebut akan ditangkap melalui branding Kulonprogo sebagai panggung geowisata purba dunia.

Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Joko Mursito mengatakan, pihaknya berupaya mewujudkan pariwisata kolaboratif.

Ia berbasis budaya berkelas dunia dengan mengambil branding Kulonprogo sebagai panggung geowisata purba dunia.

Hal ini didukung penetapan Perbukitan Menoreh sebagai cagar biosfer oleh UNICEF pada tahun lalu.

“Penetapan ini akan diikuti konsekuensi logis terhadap penyelamatan lingkungan dan alam yang ada,” katanya, Minggu (25/4/2021).

Joko menyebut, pengembangan kawasan geowisata terdapat di sejumlah titik yang diproyeksikan sebagai panggung.

Di antaranya Gunung Ijo, Gunung Gajah dan Gunung Kendil. Selain itu, dua gua purba yakni Goa Kiskendo dan Goa Sriti juga berdampak terhadap masyarakat sekitarnya.

Karena itulah, masyarakat harus diberi edukasi tentang pelestarian lingkungan dan alam Perbukitan Menoreh.

Misalnya, melalui penerbitan Perdes Konservasi tentang larangan berburu burung disertai berbagai sanksi.

Konsep dasarnya adalah konservasi dengan memelihara dan melestarikan sejumlah titik goa dan gunung purba di Perbukitan Menoreh.

“Lalu juga ada unsur pengembangan dalam kemasan wisata edukasi,” imbuh Joko sebagaimana dikutip harianmerapi.com.

Rencana pengembangan sektor wisata Kulonprogo termasuk Goa Kiskendo disambut baik anggota legislatif.

Ketua Komisi IV DPRD Kulonprogo, Istana menyampaikan, Goa Kiskendo diproyeksikan bakal menjadi salah satu destinasi wisata unggulan dan dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kulonprogo.

Baca juga:  Ini Cara Sat Lantas Polres Kediri Maknai HUT Lantas ke 65

“Langkah ini patut diapresiasi karena dinas berani memulai bersinergi dengan OPD lain, masyarakat, pengusaha, pelaku UMKM dan pihak terkait,” ujarnya.

Istana berpendapat, wisata di Kulonprogo kini sudah bergeser menjadi jenis-jenis wisata budaya, kuliner, pertanian, edukasi dan paket yang unik serta spesifik.

Hal ini merupakan dampak dari perkembangan destinasi wisata di Kulonprogo.

“Jika sebelumnya berwisata hanya sekedar menikmati alam apa adanya seperti gunung, hutan, pantai, gua dan air terjun, sekarang tidak demikian,” ucapnya. (unt/sib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here