Gebrakan RSUD Gambiran, Luncurkan ‘Putri Lestari’ Bagi Penderita Thalassemia

( ist)

KEDIRI – JYBMedia: Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran Kota Kediri, Jawa Timur, meluncurkan Pelayanan Terpadu dan Terintegrasi Thalassemia Kota Kediri (PUTRI LESTARI). Inovasi ini untuk membantu pelayanan pengobatan kepada penderita Thalassemia yang sebagian besar adalah masyarakat menengah bawah.

Thalassemia adalah penyakit kelainan darah merah karena berkurangnya atau tidak terbentuknya protein pembentuk hemoglobin utama manusia. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit keturunan terbanyak di dunia yang belum dapat disembuhkan.

Pengobatan utamanya adalah tranfusi darah berulang serta obat khelasi besi. Keduanya diberikan seumur hidup, sehingga memberikan beban fisik, psikososial dan ekonomi baik bagi penyandang maupun keluarga terdekatnya.

Fakta di lapangan menyebutkan, bahwa penyakit Thalassemia justru banyak menjangkiti masyarakat dengan kemampuan ekonomi menengah bawah. Kondisi ini diperberat dengan keberadaan pengobatan pusat rujukan Thalassemia yang hanya ada di Surabaya dan Malang.

Berawal dari kondisi tersebut, Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran Kota Kediri meluncurkan program layanan PUTRI LESTARI.

PUTRI LESTARI bertujuan memberikan pelayanan kesehatan yang terintegrasi dan terpadu untuk mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi penyandang Thalassemia di Kota Kediri dan sekitarnya secara GRATIS. Pembebasan biaya tindakan medis ini dilakukan dengan mendaftarkan pasien penderita Thalasemia dalam keanggotaan Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

RSUD Gambiran telah merawat 35 pasien Thalasemia anak dan dewasa yang rutin melakukan tranfusi darah sebanyak 3 – 4 minggu sekali.

Direktur RSUD Gambiran, dr Fauzan Adima, M.Kes. mengatakan penyandang Thalasemia akan mendapatkan akses pelayanan dan perawatan yang lebih baik dan cepat. Ada tiga elemen inovasi yang dimiliki PUTRI LESTARI yakni;

1. Fast Track

Bagi penyandang Thalassemia, diberlakukan alur penerimaan pasien khusus. Diawali dengan pendaftaran, selanjutnya pasien langsung dibawa menuju ruang rawat inap. Pemeriksaan dokter dan laboratorium semuanya dilakukan di ruang rawat inap. Dengan fast track, waiting time (waktu tunggu) menjadi jauh lebih cepat, yakni 30 – 60 menit.

Baca juga:  Pemkab Bandung Barat Dapatkan Bantuan CSR Seluas 5 Hektare

2. Ketersediaan Leucodepleted

Penyandang Thalassemia rutin mendapatkan tranfusi darah Packed Red Cells (PRC). Pada beberapa kondisi, mereka harus ditransfusi dengan Leucodepleted, yang hanya dapat diberikan di RS Tipe A. Bekerjasama dengan PMI Kota Kediri, RSUD Gambiran menjadi rumah sakit tipe B pertama yang mampu memberikan tranfusi Leucodepleted. Sehingga pasien tak perlu lagi dirujuk ke fasilitas kesehatan di Surabaya atau Malang.

3. Ketersediaan Deferasirox

Selain transfusi, penyandang Thalassemia juga rutin mendapat obat khelasi besi, salah satunya Deferasirox. Sayangnya, tidak semua rumah sakit yang melayani Thalassemia dapat memberikan obat ini (salah satunya karena harga obat yang mahal). Namun melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), RSUD Gambiran mampu memberikan tanpa harus membebankan biaya tambahan kepada pasien.

“Pasien tidak perlu mengantre di Poli atau melakukan prosedur yang terlalu panjang. Begitu daftar langsung masuk ke ruang rawat inap untuk mendapatkan tindakan. Dan yang lebih penting, pasien tak perlu jauh-jauh ke Surabaya dan Malang,” kata dr. Fauzan Adima, M.Kes.

Untuk merawat mereka secara khusus, RSUD Gambiran juga menyediakan ruangan Thalassemia di Ruang Galuh yang didesain berwarna dengan gambar karakter kartun yang lucu, lengkap dengan fasilitas taman bermain. Desain ini dibuat untuk membuat pasien Thalassemia yang mayoritas anak-anak merasa tenang dan nyaman.

RSUD Gambiran juga menyediakan Layanan Psikologi karena Thalassemia termasuk penyakit kronis yang butuh ketelatenan dan kesabaran dalam menjalani pengobatan. Hal ini penting untuk membangun semangat sembuh mengingat proses perawatan Thalassemia yang panjang (seumur hidup).

Dokter Spesialis Anak RSUD Gambiran Kota Kediri, dr. Renyta Ika Damayanti, Sp. A., menambahkan, inovasi PUTRI LESTARI ini bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalasemia (POPTI). “Kita terus melakukan pendampingan agar mereka tak merasa sendiri dan merasa mempunyai kualitas hidup seperti anak-anak pada umumnya,” kata dr. dr. Renyta Ika Damayanti, Sp. A.,

Baca juga:  Melalui Zoominar, RSUD Gambiran Tekan Stres Warga Isoman

RSUD Gambiran juga terus mensosialisasikan Thalassemia kepada masyarakat sebagai deteksi dini, serta menghindari bullying atau anggapan miring terhadap penderita Thalassemia. Karena support yang besar dari lingkungan sangat diperlukan bagi penyandang Thalasemia. (*/hms/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here