Ini Golongan yang Berhak Menerima Zakat

Ilustrasi zakat

JAKARTA – JYBMedia: Zakat merupakan rukun islam ketiga. Macam zakat sendiri terbagi menjadi dua, yaitu zakat fitrah dan zakat maal (harta). Dalam pelaksanaannya, pembayaran zakat ini nantinya akan diberikan untuk orang-orang yang berhak menerima zakat. Namun sebelumnya, ada dua syarat yang harus diketahui dalam pembayaran zakat.

Pertama, untuk membayar zakat kebutuhan pokok seseorang harus sudah terpenuhi terlebih dahulu. Kedua, harta yang dimiliki telah mencapai haul atau lamanya 1 tahun. Jika jumlah ke pemilikan harta telah melebihi nisab (seharga 85 gram emas) tetapi dalam kepemilikannya belum mencapai satu tahun, maka seseorang tidak diwajibkan membayar zakat maal.

Dilansir dari suarajambi.com grup siberindo.co jaringan jybmedia.com, inilah golongan yang berhak menerima zakat terdiri dari :

1. Fakir

Siapakah yang dimaksud orang fakir itu? Dalam mazhab syafi’i sendiri menyebutkan bahwa disebut fakir adalah mereka yang tidak punya harta dan usaha, sehingga tidak dapat menutup segala kebutuhan hidupnya.

Islam sendiri menetapkan golongan fakir sebagai salah satu orang yang berhak menerima zakat bukan tanpa alasan. Hal ini sendiri bermaksud bahwa Islam sangat menjunjung tinggi nilai tolong-menolong sesama manusia (hablum minannas). Penyaluran zakat kepada fakir bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

2. Miskin

Berbeda dengan fakir, golongan miskin adalah mereka yang hidup dalam kondisi mempunyai penghasilan namun masih tidak mencukupi kebutuhan hidupnya. Bisa dikatakan, jika golongan miskin ini mempunyai kondisi lebih baik dibandingkan golongan fakir. Namun, meskipun demikian kedua golongan ini masih sama-sama berhak menerima zakat karena kebutuhannya yang masih belum tercukupi.

3. Amil

Golongan yang berhak menerima zakat selanjutnya adalah amil atau orang yang bertugas mengelola zakat. Seorang amil ini bertugas untuk mengumpulkan dana zakat yang telah diberikan Muzzaki (orang yang memberikan zakat) dan menyalurkannya kepada Mustahik (orang yang nantinya berhak menerima zakat).

Baca juga:  Gus Yaqut Minta, Kader Ansor Respons Cepat Perubahan Zaman

4. Mualaf

Mustahiq zakat atau golongan yang berhak menerima zakat selanjutnya datang pada mualaf, atau orang yang baru masuk Islam. Pemberian zakat kepada Mualaf ini tentunya bukan tanpa alasan,seorang yang baru masuk Islam diberikan zakat untuk mendukung penguatan iman dan takwa mereka dalam memeluk agama Islam. Selain itu, pemberian zakat kepada mualaf juga sebagai bentuk kepedulian terhadap persaudaraan sesama muslim.

5. Riqab

Pada zaman awal perkembangan Islam, zakat ditujukan untuk menghapus sistem perbudakan dengan cara memerdekakan budak dari majikannya. Oleh karena itu, riqab termasuk salah satu mustahiq yang berhak menerima zakat.

6. Gharim

Golongan orang yang berhak menerima zakat selanjutnya adalah gharim. Secara bahasa, gharim atau gharimin adalah orang yang terlilit hutang. Seseorang dapat dikatakan sebagai penerima zakat jenis ini jika melihat pada dua, yaitu:

Gharim limaslahati nafsihi (Terlilit hutang demi kemaslahatan atau kebutuhan dirinya. Seperti seseorang yang hutang karena penghasilannya kurang, dan lain sebagainya).

Gharim li ishlahi dzatil bain (Terlilit hutang karena mendamaikan manusia, qabilah atau suku. Seperti seorang pemimpin yang berhutang dalam jumlah besar untuk kemaslahatan kaumnya).

7. Fisabilillah

Selanjutnya adalah golongan fisabilillah yang berjuang di jalan Allah dan Islam. Jika pada zaman dahulu kerap dianalogikan dengan seseorang yang berperang, maka di zaman sekarang bisa dianalogikan seorang pendakwah yang berjuang di jalan Islam.

8. Ibnu Sabil

Mustahiq zakat yang terakhir adalah golongan ibnu sabil yang merupakan seseorang yang tengah kehabisan bekal ketika perjalanan jauhnya. Dalam hal ini, seorang panitia zakat maupun lembaga terkait berhak memberikannya zakat untuk dapat melanjutkan perjalanannya. (*/cr1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here