Hikmah Hari Raya Idul Fitri di Masa Pandemi

Nurhadi, S.Pd

JYBMedia: Merayakan Hari Raya Idul Fitri dalam situasi pandemi Covid-19, menjadi hikmah tersendiri. Balutan suasana kebersamaan dan penuh kebahagiaan yang biasa dirasakan umat muslim di seluruh dunia, untuk sementara harus dijalani dengan penuh keterbatasan, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Berbicara akan Negeri kita tercinta Indonesia, budaya mudik kerap dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri, kini telah dilarang pemerintah. Hal ini beralasan, karena dikhawatirkan bisa menimbulkan persoalan ketika jutaan orang secara bersamaan melakukan mudik.

Seperti kita ketahui bersama, kebijakan larangan mudik tengah berjalan dan dimulai 6 Mei hingga 17 Mei mendatang. Tujuanya, guna menekan peningkatan kasus baru Covid-19 di Tanah Air.

Mengacu hal terpenting lainya akan perayaan Idul Fitri adalah Sholat Id. Berjamaah di masjid atau lapangan menjadi momen paling berarti bagi umat Islam. Meskipun hukumnya sunah, banyak orang yang memang menganggapnya sangat penting, mengingat penyelenggaraan hanya setahun sekali. Mereka yang malas menjalankan sholat rawatib atau sholat Jumat pun tak akan meninggalkan sholat Id.

Hingga Silaturahim, salah satu ciri khas Idul Fitri lainnya yang kerap dilakukan di Tanah Air. Di momen ini, semua siap untuk dikunjungi tanpa perlu membuat janji atau datang tanpa perlu bertanya. Secara etika, yang muda diharapkan mengunjungi mereka yang lebih tua.

Bahkan, semua orang berusaha menciptakan kesan terbaik. Baju-baju baru dibeli untuk menyambut tamu atau untuk berkunjung ke sanak-famili; kue-kue lezat disiapkan sebagai suguhan; rumah yang biasanya berantakan, dirapikan menjelang Lebaran.

Inilah indahnya Idul Fitri yang menjadi momen perayaan terbesar di Indonesia. Berbagai prosesi ibadah dan pertemuan dengan intensitas yang tinggi ini menimbulkan kekhawatiran akan peningkatan kasus Covid-19. Karena itu, pemerintah melarang mudik dengan melakukan penyekatan di berbagai tempat yang biasanya menjadi jalur transportasi pemudik.

Baca juga:  Manfaatkan Medsos, Ibu Rumah Tangga Sukses Geluti Usaha Bakpao

Kekhawatiran tersebut beralasan, apabila melihat perayaan agama di India yang kemudian menimbulkan tsunami Covid-19 yang membuat pemerintah India sampai kewalahan mengatasinya.

Mengubah Kebiasaan

Bisa dimodifikasi, inilah kondisi saat ini, apabila melihat semua tradisi yang biasa dilakukan selama Idul Fitri. Meski ada rasa ketidaknyamanan jika lebaran dilalui tanpa mudik. Terlebih, bagi mereka yang hanya punya kesempatan pulang ke kampung halaman saat Idul Fitri, karena tuntutan pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan.

Pandemi, saat ini memang memaksa telah mengubah kebiasaan baik individu ataupun kelompok. Di sinilah teknologi hadir dan berperan sangat penting agar bisa mempertemukan yang jauh dan mendekatkan jarak. Komunikasi lewat internet atau media sosial bisa dilakukan.

Yang menjadi perhatian, pembukaan lokasi wisata selama Lebaran. Ini menjadi kekkhawatiran untuk kasus penularan Covid-19 yang baru.

Meski kasus Covid-19 di Tanah Air kini telah mengalami penurunan, namun kewaspadaan tidak boleh diturunkan.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijjriyah, Minal Aidin Wal Faizin (*/)

Penulis :
Nurhadi S.Pd
Anggota DPR RI Komisi IX
CEO JYB Grup
Panglima Laskar Panji Peduli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here