Gubernur di Sumatera Diminta Waspada Arus Balik

Wiku Adisasmito

JAKARTA – JYBMedia: Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, meminta seluruh gubernur di Sumatera untuk mengantisipasi peningkatan kasus positif pasca Idul Fitri 1442 Hijriah.

Para gubernur diingatkan pula untuk mengantisipasi dampak arus balik yang diperkirakan mulai berlangsung Sabtu ini.

Menurut Wiku, Pulau Sumatera belakangan ini memiliki peningkatan kasus Covid-19 skala nasional.

“Karena ada peningkatan eskalasi kasus positif Covid-19 di hampir semua provinsi di Sumatera, maka Satgas meminta kepada semua gubernur mengambil tindakan atau langkah untuk mencegah peningkatan kasus Covid-19 ini,” kata Wiku dalam konferensi pers virtual, Kamis lalu (13/5/2021).

Satgas Covid-19 akan mengeluarkan surat tentang antisipasi perjalanan masyarakat pada arus balik Idul Fitri 2021.

Pemerintah daerah di Sumatera diminta melakukan pemeriksaan yang detil terhadap kelengkapan dokumen warganya yang hendak melakukan mobilitas.

“Wajib melakukan pemeriksaan secara teliti dan cermat terhadap dokumen PCR atau swab antigen atau GeNose pada setiap pelaku perjalanan dalam masa arus balik Idul Fitri ini,” ucapnya.

Ia menegaskan, masyarakat yang tidak sehat atau tidak mampu menunjukkan kelengkapan dokumen perjalanan di setiap titik pengecekan akan diputar balik dan tidak boleh menyeberang ke Pulau Jawa.

“Satgas ini akan melakukan pemeriksaan seluruh dokumen dan berhak melarang pelaku perjalanan untuk menyebrang ke Pulau Jawa apabila tidak memenuhi syarat,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Satgas Covid-19 menyebut kasus konfirmasi Covid-19 di Pulau Jawa cenderung menurun pada bulan Mei 2021, sedangkan kasus konfirmasi Covid-19 di Pulau Sumatera meningkat sejak bulan April 2021.

“Kasus di Pulau Jawa cenderung mengalami penurunan kontribusi pada kasus nasional dan sebaliknya kasus di pulau Sumatera mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir,” kata Wiku.

Baca juga:  Diprediksi, Arus Mudik Meningkat Jelang Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah

Padahal, menurut Wiku, biasanya Pulau Sumatera hanya menyumbang kasus konfirmasi dengan jumlah kurang dari 20 persen untuk skala nasional di bulan awal tahun ini.

Wiku mengungkapkan, kontribusi kasus positif Covid-19 untuk skala nasional dari Pulau Sumatera meningkat sekitar 27,22 persen di bulan Mei 2021 dibanding bulan Januari 2021.

Sejak April 2021 sejumlah provinsi di Pulau Sumatera sering masuk dalam katagori 10 besar provinsi yang memiliki kasus Covid-19 tertinggi dalam skala nasional.

“Sejak April di mana mulai masuk dua provinsi, yaitu Riau dan Sumatera Barat. Pada bulan Mei masuk lima provinsi yaitu Riau, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau,, dan Sumatera Selatan ke dalam 10 provinsi kontributor termasuk tertinggi nasional,” jelasnya. (*/sib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here