Melihat Kondisi Situs Cagar Budaya di Pandeglang

(ist)

PADEGLANG – JYBMedia: Situs cagar budaya Tangsi Sipir dan Kawadanan Menes dengan bangunan khas kolonial yang berdiri sejak tahun 1848 di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, kini terlihat kumuh dan tidak terawat.

Ketua Komunitas Cahaya Menes (KCM) M Jia Ulhlaq mengatakan, kondisi dua cagar budaya yang ada di wilayah Menes saat ini terlihat sangat memprihatinkan, kurang perhatian dari pemerintah dan kesadaran masyarakat.

”Kita melihat dua cagar budaya ini terlihat kumuh dan banyak sampah yang berserakan, ini menjadi bukti kurangnya perhatian dari Pemkab Pandeglang terhadap cagar budaya Menes yang banyak meninggalkan sejarah, Jagan sampai menjadi problem di kemudian hari,” katanya, Senin (24/5/2021), dilansir dari koranbanten grup siberindo.co jaringan jybmedia.com.

Jia menambahkan, keadaan cagar budaya sebagai warisan sejarah yang memiliki nilai tersebut menjadi tanggung jawab bersama dalam pelestarian.

”Kami mengajak pemerintah (Pemkab Pandeglang-red) dan masyarakat untuk melestarikan cagar budaya tersebut, jangan sampai Menes sebagai kota tua yang diwarisi sejarah harus kehilangan bukti sejarahnya,” ucapnya.

Ketua Forum Kebudayaan Pandeglang (FKP) Nanda Maulana menilai, kurangnya pengawasan dari Dinas terkait dan kesadaran masyarakat dalam menjaga situs bersejarah.

“Kita menilai peran pemerintah sangat nihil, untuk itu dalam waktu dekat ini kita akan berkirim surat ke dinas terkait untuk mengajak diskusi,”ujarnya. (asp/sib)

Baca juga:  Tarik Wisatawan Mancanegara di Bali, Musisi Fii Capo Rilis Single

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here