Inspiratif ! Warga Binaan Lapas Kelas II A Kediri Geluti Usaha Kuliner

Sosok Nur Kholik warga binaan Lapas Kelas II A Kediri, sedang melakukan aktivitas berjualan kuliner.(ist)

KEDIRI – JYBMedia: Berkat program pembinaan usaha, siapa sangka, seorang pria warga binaan lapas Kelas II A Kediri kini sukses berjualan aneka kuliner. Rabu (26/05/2021).

Berlokasi di jalan Jaksa Agung Suprapto No.21, Kelurahan Mojoroto, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri atau lebih tepatnya di depan kantor Lembaga Pemasyarakatan Klas 2A Kota Kediri, seorang warga binaan lapas yang sempat terjerat kasus pembunuhan kini ramai dikunjungi para pelangan untuk menikmati hidangan aneka kuliner yang disajikan.

Saat ditemui tim jybmedia, Nur Kholik, selaku pedagang, mengatakan, sempat pikiran kacau akibat menjadi warga binaan Lapas Kelas II A Kediri, setelah melanggar pasal 338 KUHP terkait pembunuha. Namun, setelah beransur-ansur waktu yang dilalui di dalam lapas dan memperoleh program asimilasi, untuk bekerja serta dibina secara langsung oleh pihak lapas, kini merasakan senang serta kepercayaan diri kembali.

” Banyak hal yang didapat selama dalam masa menjadi tahanan, khususnya ilmu yang akan diaplikasikan setelah bebas dari lapas, guna menopang perekonomianya bersama keluarga” ungkapnya.

Menurutnya, perihal aneka kuliner yang dijual beraneka ragam, mulai dari minuman jus buah, kopi, teh, susu, minuman es jagung Hawaii, Soup buah, mie dan nasi goreng serta nasi gegok khas Trenggalek, dijual dengan harga sangat terjangkau.

” Rata-rata Rp 3 ribu sampai Rp 10 ribu. Alhamdulillah, banyak masyarakat yang sangat menikmatinya. Untuk pendanaan dan pengelolaan kedai ini, semua bersumber dari dana Lapas. Nantinya, semua hasil penjualan dikembalikan ke Lapas, untuk pengembangan kegiatan pembinaan narapidana yang lain” urainya.

Sementara dilokasi terpisah, Efendi Agus Setiawan, Staf Kegiatan Kerja Lapas Kelas II A Kediri, menambahkan, warga binaan atas nama Nur Kholik, merupakan warganya yang telah mengikuti sidang TPP sehingga berhak untuk keluar dengan syarat masih dalam pengawasan. Selama masa pengawasan oleh petugas, bisa melaksanakan proses jual beli.

Baca juga:  Kebersamaan, Keberhasilan Lawan Covid-19

“Sebelumnya, telah kita berikan bekal ilmu dan ketrampilan kepada warga binaan lapas yang merupakan program pembinaan kemandirian. d
Dengan harapan, ketika warga binaan lapas ini sudah dinyatakan bebas dan diperbolehkan keluar atau kembali kemasyarakat, bisa melakukan aktivitas seperti pada umumnya masyarakat, khususnya berjualan dan tidak terjebak lagi ke masalah yang sama” ucap Efendi.

Mengenai hasil omset, kata Efendi, akan di bagi menjadi dua, yakni dikembalikan ke Lapas untuk beli bahan dasar, dan kebutuhan lainnya. Kemudian, akan diberikan kepada napi yang menjaga stand sebagai hasil yang diperoleh.

” Program pembinaan kemandirian akan terus bergulir, dengan personil atau penjaganya berganti ganti” pungkasnya.(abi/bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here