Gawat! Varian Virus Corona B117 Ditemukan di Bangkalan

Ilustrasi penyekatan di Suramadu

SURABAYA – JYBMedia: Peneliti Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menemukan varian virus corona (Covid-19) B117 dari sample spesimen warga Bangkalan, Jawa Timur. Mutasi itu oleh WHO disebut varian alpha.

Hal itu diungkapkan pakar imunologi Universitas Airlangga (Unair) dr Agung Dwi Wahyu Widodo. Ia mengetahuinya dari pemaparan Direktur ITD Unair, Maria Inge Lusia.

“Jadi salah satu yang bisa kita dapatkan hasilnya, ada salah satu pasien yang dirawat yang berasal dari Bangkalan yang swab-nya menunjukkan dia terinfeksi varian B117 UK atau oleh WHO sekarang disebut varian alpha,” kata Agung saat dikonfirmasi, Selasa (8/6).

Agung menyebut, mutasi virus corona ini memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi, sekitar 40 sampai 90 persen dibandingkan dengan jenis virus yang menular pertama.

Mutasi varian B117 saat ini merupakan yang paling banyak dilaporkan oleh orang dari berbagai negara. WHO mencatat berbagai peningkatan kasus sampai 49 persen dari varian alpha yang bersirkulasi di Asia Tenggara.

“Ini menunjukkan jika suatu daerah teridentifikasi varian ini, menurut WHO maka kita harus bersiap-siap mendapatkan [kenaikan] kasus yang cepat,” katanya.

Di Inggris saja, kata Agung, varian alpha ini mampu meningkatkan penularan 40 persen sampai 90 persen dalam waktu yang cepat.

“Di Amerika doubling time-nya dalam 10 hari. Kasus 100 menjadi 200 dalam waktu 10 hari,” ujarnya.

Menurut Agung, karena tingkat penularannya sangat cepat, pemerintah harus segera menyiapkan penambahan fasilitas isolasi hingga perawatan di rumah sakit.

“Saya juga dapat laporan, seringkali pasien yang terpapar virus ini, kurang dari dua hari sudah meninggal, cepat sekali,” katanya.

Lebih lanjut, Agung pun meminta mmasyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan dan disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Menurutnya, virus yang dihadapi saat ini berbeda dengan sebelumnya.

Baca juga:  KPPU Didesak Telusuri Dugaan Monopoli Eskpor Benih Lobster

“Virus ini bukan virus yang kemarin, ini virus baru yang bahasa awam dibilang ganas dan menyebabkan kondisi berat dan tidak menutup diri menyebabkan reinfeksi pada pasien yang pernah terkena Covid-19,” ujarnya.

Kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir. Bahkan Polda Jawa Timur menyekat Jembatan Suramadu dari arah Surabaya untuk memeriksa warga yang melintas.

Sebanyak 25 dari 30 pasien Covid-19 dari Bangkalan yang dirujuk ke Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya, Jawa Timur, diduga mengidap jenis varian baru.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 RSLI, Radian Jadid. Dugaan muncul lantaran penularan yang begitu cepat dan angka kematian yang tinggi di Bangkalan.(*/sib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here