Nurhadi : Utamakan Prokes, Tak Perlu Perdebatkan Lockdown

Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi.

JAKARTA – JYBMedia: Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menilai, publik tak perlu membuang energi memperdebatkan lockdown di tengah situasi darurat saat ini.
Hal itu mengacu, lonjakan kasus positif Covid-19 di Indonesia saat ini terparah sejak pandemi melanda. Kini, angka kasus menembus 2 juta orang, hingga fasilitas kesehatan di berbagai daerah sudah kewalahan.
” Intinya tidak perlu menghabiskan waktu dan energi dengan mendebatkan soal istilah PPKM, PSBB atau lockdown. Tidak ada gunanya lockdown, tetapi kemudian longgar pada pelaksanaan Prokes,” kata Nurhadi saat dihubungi, Rabu (23/6).
Politisi Partai Nasdem ini juga mengutarakan, saat ini yang perlu diingat adalah tetap disiplin protokol kesehatan. Sehingga, masyarakat tak perlu mempermasalahkan istilah lockdown.
” Yang kita butuhkan adalah tanpa istilah lockdown tetapi disiplin dengan prokes. Kuncinya pada disiplin melaksanakan prokes, bukan istilah lockdown, PPKM atau PSBB,” tegas Nurhadi.
Nurhadi berpandangan, lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi dalam dua pekan terakhir harus dihadapi dengan kerja keras, kerja sama, dan koordinasi yang baik di antara semua pemangku kepentingan dari pusat hingga daerah-daerah.
“Kerja keras dan kerja sama itu dapat diwujudkan melalui penerapan PPKM mikro yang diperkuat, yang secara resmi berlaku hingga 5 Juli 2021,” tuturnya.
Nurhadi juga mengatakan kebijakan penguatan PPKM mikro harus menjadi perhatian serius para kepala daerah dan segenap aparat daerah. Khususnya, di daerah-daerah yang mengalami lonjakan kasus baru COVID-19 belakangan ini.
“Tidak perlu panik yang berlebihan dan saling menyalahkan, karena pandemi COVID-19 merupakan bencana kesehatan yang harus dihadapi dan diatasi secara bersama-sama,” tukasnya.(*/red/bud)

Baca juga:  Gubernur Aceh Raih Anugerah Perpunas Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here