Geliat Peringatan Hari Anak Nasional 2021 di Kota Kediri

Dekky Susanto, Ketua Sanggar Karawitan Manunggal Rasa Kediri.

KEDIRI – JYBMedia: Ditengah perkembangan zaman dimasa pandemi covid 19, bisa berdampak negatif terhadap perkembangan anak, apabila tidak mendapatkan perhatian serius dari Keluarga maupun Pemerintah.

Berkenaan dengan hal itu, Sanggar Karawitan Manunggal Rasa Kediri, awalnya ada 40 anak didik yang biasa melakukan latihan bersama, baik seni tari, seni musik tradisional, seni karawitan, dan teater sering mengelar kegiatan latihan dan pentas seni budaya di hadapan masyarakat.

Namun, seiring berjalanya waktu dan mematuhi kebijakan pemerintah ditengah situasi pandemi Covid -19, kegiatan rutin yang sering digelar urung dilakukan. Tapi, bertepatan 23 Juli bertepatan memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2021, mereka akhirnya bisa mengelar latihan dan acara.

” Kami nanti juga akan memeriahkan gelaran acara yang akan berlangsung secara terbatas, dengan menerapkan protokol kesehatan, dan digelar Minggu (25/7). Ini juga menjadi sebuah keberkahan dan pelipur hati anak- anak asuhnya, dalam mengeluti hobi serta bakat yang dimiliki” ungkap Dekky Susanto, Ketua Sanggar Karawitan Manunggal Rasa Kediri, Jumat (23/07).

Seniman yang juga menjabat Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Kediri, juga menambahkan, ditengah perkembangan zaman dimasa pandemi Covid -19 saat ini, banyak anak di usia produktif, kegiatan sehari-harinya diisi dengan bermain gadget, berselancar di dunia maya. Sehingga, ini mempengaruhi perkembangan kepribadian anak dimasa mendatang sebagai generasi penerus Bangsa.

” Ini menjadi tanggung jawab kita bersama terutama pihak keluarga maupun pemerintah. Untuk itu, kami mengharapkan peran orang tua dan pemerintah, agar bisa mengurangi kebiasaan negatif ke hal yang lebih bermanfaat. Serta, berikan asupan gizi, nutrisi seimbang, guna memenuhi kebutuhan kesehatan jasmani” urainya.

Untuk itu, Decky juga mengatakan, pihaknya mengajak para orang tua agar mengajak anak-anaknya, agar aktif berkomunikasi dengan keluarga, bercengkrama, melatih psikomotorik mereka.

Baca juga:  UKM Amoeba Rayakan Dies Natalies Ke 18 Secara Virtual

” Ya, dengan cara melakukan hal-hal kecil dalam keseharian di lingkungan keluarga. Ataupun, menyalurkan hobi dan bakat berupa olahraga serta kesenian. Sehingga, tumbuh kembang anak bisa optimal dan tidak melupakan kebudayaan warisan khas Indonesia” pungkasnya.(abi/bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here