Anggota Polisi Sukses Ternak Hewan Domba

Ulet, telaten dan tidak malu menjalankan usaha ternak Domba. Kini, menjadikan Bripda Angga Dwi Agung Pradana, sukses menjalani usaha yang digeluti

KEDIRI – JYBMedia: Berbekal keuletan dan ketekunan dalam berwirausaha, anggota Satresnarkoba Polres Kediri, kini sukses menjalani usaha ternak hewan Domba.

Berlokasi di Desa Gempolan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Bripda Angga Dwi Agung Pradana, selalu meluangkan waktu menjalani usaha di sela- sela kesibukannya menjadi anggota Kepolisian.

Baginya, usaha ternak hewan Domba yang dilakoninya dimulai darl nol. Awalnya, ia hanya memiliki tiga ekor hewan Domba, hingga keuletan dan ketlatenan menekuni usaha, hingga memiliki puluhan ternak hewan Domba.

” Tepatnya tahun 2017 lalu. Awalnya, untuk megisi kekosongan waktu, saya berfikir untuk mencoba usaha sampingan, yakni bertenak hewan jenis Domba. Berbekal 3 ekor jenis jawara tanduk berkelamin jantan, hingga kemudian laku dijual” kata Dwi Agung, sapaan akrab anggota Polres Kediri yang dikenal familier, saat ditemui, Minggu (25/7).

Dari situ, kata Agung, tahun 2021, dia sampai memiliki 25 ekor Domba. Meski, kegiatan usaha ternak Domba yang dimiliki secara otodidak dan berguru kepada beberapa para peternak yang sudah berhasil dalam mengelola usaha serupa di Kabupaten Kediri.

Bahkan yang unik, orang tua atau pihak keluarga tidak ada yang memiliki ketrampilan, bakat atau usaha sebagai peternak hewan, khususnya jenis Domba.

” Pastinya, usaha peternakan yang saya geluti tidak menggangu profesi utama sebagai anggota Satresnarkoba Polres Kediri. Karena, beternak bisa dilakukan sewaktu- waktu, khususnya pada saat libur berdinas sebagai Polisi” tegas Dwi Agung

Ia juga menjabarkan, untuk harga hewan Domba dijual dengan harga bervariasi, dari harga Rp 3 juta sampai Rp 6 juta, tergantung ukuran dan berat badan Domba. Bahkan, momen Hari Raya Idul Adha, permintaan semakin meningkat.

” Apabila di rata- rata dalam hari biasa atau 3 bulan terakhir, usaha yang digelutinya bisa memperoleh Rp 10 juta” ucapnya.

Baca juga:  Limbah AC Disulap Jadi Kipas Angin Hemat Listrik

Dwi Agung juga mengisahkan, capaian usaha yang digelutinya tidak bisa sesukses saat ini tanpa izin dan restu dari Orang Tua. Meski, ia juga tidak menampik pernah mengalami kerugian, karena banyaknya Domba yang mati akibat sakit, hingga mencapai 8 ekor.

” Jika dihitung kerugian kala itu, mencapai Rp 20 jutaan. Tapi, berkat dorongan keluarga dan orang tua usahanya bisa bertahan sampai sekarang” kenang Dwi Agung.

Terakhir, ia juga memberikan tips agar bertahan dalam berusaha. Yakni, tidak perlu malu dengan tetangga maupun teman. Meski berprofesi utama sebagai anggota Kepolisian, tapi memiliki usaha ternak Domba adalah kebanggaan tersendiri.

‘ Yang terpenting usahanya halal, tidak mengganggu pekerjaan utama yang dicintainya sebagai aparat Kepolisian” pungkasnya.(abi/bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here