Bakso Barjo di Pasar Bandar Kota Kediri Bikin Nagihi, Berani ?

Meski lokasi jualanya sederhana, Bakso Barjo seakan tak surut pembeli yang ingin menikmati cita rasanya.

KEDIRI – JYBMedia: Berawal ikut usaha orang sewaktu di daerah Malang hingga berbuah sukses dan menjadi jujugan para pencinta bakso di wilayah Kediri Raya. Bahkan, siapapun orangnya yang sudah mencicipi rasanya pasti ketagihan akan rasanya. Anda berani ?

Adalah Bakso Barjo di Pasar Bandar, Kota Kediri, Jawa Timur atau lebih tepatnya berlokasi di pintu samping utara pasar. Dipilihnya nama Barjo, lantaran menyesuaikan ringkasan nama penjualnya. Tak ayal, usaha kuliner bakso yang berlokasi di pasar terbesar wilayah Barat Sungai Kota Kediri ini, menjadi favorit masyarakat.

Alasanya, karena aneka macam jenis varian dan ukuran baksonya. Apalagi, aroma khas kuahnya makin menambah cita rasa tersendiri bagi para pelanggan.Tidak salah, kalau setiap penikmat bakso ingin selalu datang ke Bakso Barjo, yang sudah memiliki sejumlah cabang yang tersebar di wilayah Kota Kediri.

Bejo Utomo, penjual Bakso Barjo, menjelaskan, semua berawal dari orang tuanya yang ikut usaha sejenis di daerah Malang, kisaran tahun 2007. Kemudian, tahun 2019 mulai mencoba usaha secara mandiri di Kota Kediri, dengan berjualan bakso yang menyajikan beraneka varian dan ukuran.

Hingga, lokasi berjualan di pinggir jalan atau depan Pasar Bandar, menjadi cikal bakal saat awal berjualan. Mungkin, dirasa menganggu pengguna jalan, hingga akhirnya beralih di dalam lokasi pasar, dengan suasana yang lebih aman dan menjanjikan. Dari sinilah, jumlah pelanggan makin naik tiap harinya. Biasanya, ia hanya mempersiapkan puluhan kilogram daging sapi tiap harinya, kini bisa mencapai ½ kwintal dalam sehari.

” Kami menggunakan bahan dasar daging sapi yang diolah menjadi bakso.Alhamdulillah, kini semakin digemari oleh masyarakat.Terbukti, bukan hanya warga Kota Kediri melainkan sampai luar daerah yang menjadi pelangganya. Hingga kini, saya telah memiliki 6 cabang yang tersebar di wilayah Kota Kediri” ucapnya, saat ditemui belum lama ini.

Baca juga:  Dari Hobi Memasak hingga Sukses Geluti Bisnis Kuliner

Pria kelahiran Trenggalek yang akrab disapa Barjo, juga mengutarakan, ramainya pengunjung yang mendatangi lapak baksonya, bermodal informasi masyarakat yang merasa cocok dan pas akan cita rasanya. Ditambah lagi, aneka ragam varian bakso yang disediakan. Terlebih lagi, ia tidak menggunakan media sosial untuk mempromosikan usahanya.

Menurutnya, berbekal keyakinan cita rasa yang khas, dengan suasana yang nyaman serta pelayanan yang cepat dan ramah akan membuat pelanggan tidak ragu untuk datang kembali.Selain itu, bahan alami tanpa pengawet dan kebersihan dalam pengolahan menjadi kunci utama, dalam mengeluti sebuah usaha kuliner. Yang terpenting lagi, harga yang dijual tiap porsinya berbeda-beda dan tergantung selera pengunjung.

” Tempat kami hanya sederhana. Dimana, para pengunjung kami manjakan sajian ala prasmanan dan bisa memilih sesuka hati, dengan menikmati sajian secara lesehan di tempat yang sudah kami sediakan. Mungkin ini yang membuat betah” ucap ucap Bejo utomo, seraya bangga.

Tetap Terimbas Adanya Pandemi

Berbicara harga, pemuda yang selalu tampil nyentrik, dengan ciri khas memakai topi terbalik ini mengungkapkan, seporsi mangkok bakso harganya bervariatif. Biasanya, pengunjung memilih gorengan dengan atau bakso isian keju, hati, telur puyuh yang kesemuanya Rp 2 ribu perbiji. Lalu, bakso kecil Rp 1000,- perbiji, hingga bakso pedas dan urat Rp 5 ribu, perbijinya.

” Pastinya, masyarakat bisa menyesuaikan isi dompet dan sepuasnya memilih sesuai kemampuan harga” urainya.

Terakhir, Bejo Utama juga berucap, meski usahanya dibilang menjanjikan, namun juga terdampak akan pandemi Covid 19 dan penerapan PPKM yang mengharuskan adanya pembatasan. Dari sini, usaha yang digelutinya cukup berimbas, hingga mengalami penurunan jumlah pelanggan hingga 50 persen.

” Kami hanya berharap, semoga pandemi Covid 19 bisa berakhir dan penerapan PPKM bisa segera dicabut oleh pemerintah. Sehingga, usaha yang saya geluti bisa kembali normal” pungkasnya.

Baca juga:  Kisah Sukses Penjual Minuman Bubblo yang Pernah Dilarang Jualan

Editor : Budi Arya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here