Nurhadi Minta, Pemerintah Jangan Abai Awasi Pasien Covid-19

Anggota Komisi IXDPR dari Fraksi Partai Nasdem Nurhadi.(ist)

JAKARTA – JYBMedia: Anggota Komisi IXDPR dari Fraksi Partai Nasdem Nurhadi meminta pemerintah tidak abai dengan pengawasan para pasien positif Covid-19, meski kasus Covid-19 beransur menurun di Indonesia.

Pasalnya, ia menyoroti adanya data bahwa ribuan orang masih beraktivitas di luar rumah meski terpapar Covid-19. Hal itu dideteksi oleh aplikasi PeduliLindungi.

” Saya minta pengetatan di setiap ruang-ruang publik. Pemerintah harus terus memastikan proses 5M dan 3T. Jika kemudian semua ini diabaikan, maka tidak mustahil kasus akan segera meledak,” kata Nurhadi saat dihubungi, Kamis (16/9)

Nurhadi juga mengaku khawatir atas kondisi yang diungkap oleh aplikasi PeduliLindungi.Terlebih lagi, ada pasien positif Covid-19 masih berkeliaran. Seharusnya, kata dia, meski kondisi penularan melandai, hal ini tidak boleh membuat semua pihak lengah.

“Pemerintah harus benar-benar menjaga kondisi ini,” ucapnya.

Oleh karena itu, Nurhadi mendorong pemerintah segera mengambil langkah taktis, cepat, tetapi humanis menyikapi temuan tersebut.

Dalam hal ini, Nurhadi meminta tim Satgas Covid-19 bergerak cepat mengkarantina para pasien positif Covid-19 yang terdeteksi masih beraktivitas.

“Ini berbahaya sekali, pada saat adanya tren penurunan. Tidak hanya orang-orang yang positif, tetapi lakukan tracing terhadap semua orang yang pernah kontak erat,” tegasnya.

Tak hanya pemerintah, Nurhadi juga mengimbau agar masyarakat sadar diri bahwa hingga kini masih berada pada situasi pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, kata dia, siapa saja yang terkonfirmasi positif Covid-19, harus sadar untuk melakukan isolasi mandiri.

Selain itu, ia juga menyoroti beberapa pelonggaran yang diberikan pemerintah di beberapa daerah dengan PPKM Level 3.

Salah satu kebijakan yang disorotinya adalah pembukaan bioskop dan tempat hiburan.

Menurut Nurhadi, kebijakan itu perlu dikaji lebih dalam oleh para ahli dan pemangku kepentingan terutama berkaitan dengan pengawasan protokol kesehatan.

Baca juga:  Sulap Kotoran Hewan Jadi Pupuk Kompos Organik

“Prokes ketat dan konsistensi pengawasan harus tidak boleh kendor. Jangan sampai bioskop-bioskop malah menjadi klaster-klaster baru. Karenanya pembukaan bioskop harus diikuti syarat-syarat protokol ketat. Tidak boleh tidak,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan, aplikasi PeduliLindungi mendeteksi ada 3.830 orang positif Covid-19 yang masih beraktivitas di tempat-tempat umum.

“Kita bisa lihat, surprisingly tetap saja ada 3.830 orang yang masuk kategori hitam. Hitam itu artinya positif Covid, tapi masih jalan-jalan,” kata Budi saat rapat dengan Komisi IX DPR, Senin lalu (13/9/2021).(*/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here