Atap Mobil Taksi Disulap Jadi Kebun

Armada taksi membuat kebun mini di atap taksi, (AP)

BANGKOK — JYBMedia: Armada taksi di Thailand memberi arti baru pada istilah “kebun atap”. Mereka memanfaatkan atap taksi yang menganggur akibat krisis virus corona untuk dijadikan sebagai petak kebun kecil.

Pekerja dari dua koperasi taksi merakit kebun atap taksi mini minggu ini menggunakan kantong sampah plastik hitam yang dibentangkan di bingkai bambu. Di atas, mereka menambahkan tanah dan menanam aneka sayuran, termasuk tomat, mentimun dan kacang panjang.

Hasilnya, atap taksi itu lebih terlihat seperti instalasi seni yang menarik perhatian daripada sebuah kebun. Tapi itulah intnya, untuk menarik perhatian pada nasib pengemudi taksi dan operator yang sangat terpukul oleh tindakan lockdown di Thailand.

Koperasi Taksi Ratchapruk dan Bovorn sekarang hanya memiliki 500 mobil yang tersisa di jalan-jalan Bangkok, Thaiand, dengan 2.500 mobil menganggur di sejumlah lokasi kota, menurut eksekutif berusia 54 tahun, Thapakorn Assawalertkul, seperti dilansir AP, Minggu (27/9/2021).

Dengan jalanan ibu kota yang sangat sepi sampai saat ini, terlalu banyak persaingan untuk tarif yang terlalu rendah, mengakibatkan penurunan pendapatan pengemudi taksi di Thailand. Banyak yang sekarang tidak mampu membayar sewa harian kendaraan. Bahkan setelah biayanya dikurangi setengahnya, kata Thapakorn.

Jadi mereka berjalan pergi, meninggalkan mobil-mobil dalam barisan yang panjang dan sunyi.

Ditinggalkan

Beberapa pengemudi menyerahkan mobil mereka dan kembali ke rumah mereka di daerah pedesaan ketika pandemi pertama kali melanda tahun lalu karena mereka sangat ketakutan, katanya. Jumlah yang menyerah dan mengembalikan mobil mereka makin bertambah selama gelombang kedua.

“Beberapa meninggalkan mobil mereka di tempat-tempat seperti pompa bensin dan memanggil kami untuk mengambil mobil,” kenangnya.

Dengan gelombang baru virus tahun ini, koperasi “benar-benar lumpuh,” karena ribuan mobil diserahkan oleh pengemudi mereka, katanya.

Baca juga:  Kaya Manfaat, Warga Tamanan Tanam Teh Bunga Telang

Infeksi baru Thailand berkisar di bawah 15.000 dalam beberapa hari terakhir setelah memuncak di atas 23.400 pada pertengahan Agustus. Pemerintah berharap negara itu keluar dari gelombang ini, yang sejauh ini merupakan yang paling mematikan, menyumbang 97% dari total kasus Thailand dan lebih dari 99% kematiannya. Secara total, Thailand telah mengkonfirmasi 1,4 juta kasus dan lebih dari 14.000 kematian.

Situasi ini telah membuat perusahaan taksi dalam bahaya keuangan, berjuang untuk membayar kembali pinjaman untuk pembelian armada mereka. Koperasi Ratchapruk dan Bovorn pun berutang, kata Thapakorn.

Pemerintah Thailand sejauh ini belum menawarkan dukungan keuangan langsung.

“Jika kami tidak segera mendapat bantuan, kami akan berada dalam masalah besar,” katanya.

Kebun atap taksi tidak menawarkan aliran pendapatan alternatif. Para pegawai koperasi yang tadinya dimintai pemotongan gaji, kini bergiliran merawat kebun-kebun yang baru dibangun itu.

“Kebun sayur adalah tindakan protes dan cara untuk memberi makan staf saya selama masa sulit ini,” kata Thapakorn.

“Thailand mengalami gejolak politik selama bertahun-tahun, dan Banjir besar pada tahun 2011, tetapi bisnis tidak pernah seburuk ini.” pungkasnya (ben)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here