Lindungi Benda Bersejarah, Pemdes Bogem Bangun Museum

Sejumlah Benda Purbakala tersimpan dengan baik dan rapi pada sebuah ruangan berlokasi di Balai Desa Bogem, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.

KEDIRI – JYBMedia: Sebagai upaya melestarikan benda bersejarah peninggalan era masa kerajaan, Pemerintah Desa Bogem, Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri, membangun museum secara mandiri.

Lokasinya, berada di salah satu ruangan Balai Desa setempat. Pemerintah Desa mengfungsikan sebagai tempat menyimpan benda-benda purbakala yang telah ditemukan oleh warga.

Ada sejumlah 21 benda purbakala, terpanjang secara rapi dengan berbagai ukuran. Mulai dari gerabah, arca, dan yoni.

Guna mempermudah penjelasan dan informasi seputar benda purbakala, Pemdes Bogem telah menyediakan spanduk berisi materi penjelasan yang sengaja terpasang di dinding ruangan berupa secarik papan kertas.

Selain untuk warga sekitar, Pemerintah Desa sengaja membuka musem tersebut untuk umum sesuai jam operasional kantor mulai setiap hari, Senin sampai Jumat secara gratis atau tanpa harus memungut biaya tiket masuk museum tersebut.

Pemerintah Desa Bogem, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, berinisiatif membangun sebuah museum dikelola secara mandiri. Bermula dari beberapa kali penemuan dan titipan benda bersejarah milik dari warga pada tahun 2014.

Bertujuan sebagai upaya mengamankan benda benda bersejarah dan sekaligus sarana edukasi kepada masyarakat. Sementara, ditempatkan di salah satu ruangan yang berada di Balai Desa sebagai tempat penyimpanan agar lebih aman serta bisa terawat dengan baik.

Jika masyarakat ingin melakukan kunjungan atau penelitian, pihak Pemerintah Desa Bogem memperbolehkan dengan catatan harus meminta izin terlebih dahulu, semata mata untuk menjaga keamanan dan tanpa dipungut biaya.

” Bagi siapapun jika ingin melihat, atau ingin tahu sejarah Desa Bogem. Harus minta izin terlebih dahulu ke pihak Balai Desa. Baru nanti kita izinkan untuk memasuki lokasi,” ucap Kepala Desa Bogem Samsudin, Sabtu (9/10/2021).

Menurutnya, seiring berjalanya waktu, langkah yang ditempuh berhasil mendapatkan perhatian dan sambutan baik dari masyarakat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri.

Baca juga:  Kelenteng Kong Fuk Miaw dan Mesjid Jami Kota Muntok, Gambarkan Toleransi Beragama

Samsudin menambahkan, ada sejumlah koleksi temuan benda purbakala seperti batu lingga, arca, doorpel ambang pintu, lesung, patma dan beberapa alat rumah tangga pada zaman purba, terbuat dari batu, serta batu bata besar.

Pihaknya, saat ini telah mengajukan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) sebanyak dua kali, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri. Tujuanya, agar dilakukan proses eskavasi yang dilakukan disebuah tempat yang berada di Desa Bogem.Tapi, hingga saat ini belum ada tindak lanjut.

” Sampai saat ini, kita telah mengajukan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, tapi belum ada tanggapan. Sudah dua kali kita ajukan. Harapanya, ada eskavasi atau penelitian yang dilakukan terhadap “Puthuk” atau tempat yang disakralkan di Desa Bogem,” harapnya.

Lebih jauh, Samsudin mengatakan, Puthuk atau tempat yang disakralkan tersebut, berukuran besar dan luas.

” Secara permukaan dari tanah, ketinggianya mencapai 2 meter. Prediksinya diperkirakan tinggi didalam tanah kisaran 3 meter ” pungkasnya.

Penulis : Moch. Abi Madyan
Editor : John Bon Arya
Pubhliser : Nasrudin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here