Tak Lulus AWK, Mantan Pegawai KPK Jualan Nasi Goreng

Ilustrasi saat jualan nasi goreng

Warung Nasi Goreng KS Rempah di Jalan Raya Hankam Nomor 88 RT 02/RW 06, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondokmelati, Kota Bekasi, mendadak viral di media sosial Twitter dan Instagram. Pasalnya, mantan Fungsional Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Juliandi Tigor Simanjuntak, menjadi juru masaknya.

Tigor, sapaan akrabnya, menyibukkan diri usai diberhentikan sebagai pegawai KPK, belum lama ini. Sebanyak 56 kolega lainnya yang juga senasib dengan Tigor, merespons positif usaha nasi goreng miliknya. Bahkan, mantan penyidik KPK Novel Baswedan serta mantan Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo, dan beberapa mantan pegawai lainnya yang tak lolos asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK), mencicipi langsung racikan nasi goreng ala Tigor.

Sebanyak 57 pegawai KPK tak lolos TWK, tetapi ada rencana Polri dan pemerintah merekrut menjadi aparatur sipil negara (ASN) Polri. Sambil menunggu rencana tersebut dimatangkan, Tigor buka usaha untuk menafkahi keluarganya.

“Kita diproyeksikan (awal) bulan Oktober sudah diputus pekerjaan. Artinya, saya berusaha mencari solusi. Ya, inilah yang bisa saya lakukan, usaha nasi goreng,” ujar Tigor sambil memasak nasi goreng, Senin (11/10) malam.

Apakah terbesit rasa malu saat mantan pegawai KPK banting stir menjadi tukang nasi goreng? Tigor dengan santai menepis anggapan ini.

“Enggak ada, untuk menuju sesuatu kita harus ada pengorbanan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, apapun usaha yang dilakukan apabila sesuai dengan hati nurani, jalani saja.

“Menurut saya, membanggakan jualan (nasi goreng) ya. Usaha memang harus begini, merintis dari nol. Saya rasa, yang sekarang sudah berhasil ada kalanya dia merintis dari nol,” imbuhnya.

Usut punya usut, rupanya Tigor belajar masak nasi goreng hanya dari tayangan YouTube. Selama menjadi pegawai KPK, ia tak memiliki kesempatan memasak sendiri.

Baca juga:  Hari Ini, Pegawai di Kementerian PANRB Bekerja WFH

Kini, pria yang terdaftar sebagai jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Kampung Sawah, Jatimurni ini, harus menyajikan permintaan pelanggan memesan nasi goreng.

Pemerintah dan Polri masih mematangkan rencana perekrutan sebagai aparatur sipil negara (ASN) Polri terhadap 57 mantan pegawai KPK tersebut.

Bagi Tigor, apabila rencana tersebut terealisasi, usaha nasi goreng yang telah dirintisnya ini akan tetap berjalan beriringan dengan status kepegawaian ASN Polri yang kini masih dalam penggodokan.

“Stigmasisasi teman-teman itu bisa selesai kalau kita diangkat jadi ASN. Katakanlah, pimpinan kami yang menyatakan kami tidak bisa dibina, kami (raport) merah. Itu akan terhapus ketika kami menjadi ASN,” pungkasnya. (*/cr2)

sumber: beritasatu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here