Kebutuhan Sembako Rumdin Bupati Bojonegoro Jadi Sorotan

Putut Sugiharto.

LAGI-LAGI laporan belanja Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Bojonegoro bikin heboh. Pasalnya, di tengah pandemi Covid 19 yang membuat perekonomian rakyat terpuruk, eh…bupati Bojonegoro melalui Peraturan Bupati ( Perbup ) Nomor 86 tahun 2020 tentang Standar Biaya Umum di lingkup Pemda Bojonegoro, menaikan besaran belanja lauk pauk untuk Rumah Dinas Bupati. Sebelumnya Rp. 33 juta per bulan kini menjadi Rp. 45.656.800,- per bulan. Naik Rp. 12,6 juta per bulan.

Tidak puas memperoleh suntikan anggaran sebesar Rp. 45.656.800,- per bulan untuk kebutuhan lauk pauk rumah bupati. Malah ini ada penambahan lagi lauk pauk rumah dinas bupati sebesar Rp. 9.250.000,- yang diberikan pada setiap bulan.

Dengan demikian untuk anggaran lauk pauk rumah dinas bupati setiap bulannya menyerap anggaran belanja daerah Rp. 54,9 juta.

Logikanya, anggaran lauk pauk di rumah dinas bupati harusnya sudah dihitung secara matang. Artinya, dibeli mulai dari bahan mentahnya lalu dimasak hingga matang dan disajikan untuk siap disantap dalam perjamuan makan. Tentu saja plus nasinya.

Tapi ternyata logika berpikir seperti itu tidak berlaku bagi Bupati Bojonegoro. Karena di dalam item belanja Bupati Bojonegoro sebagaimana tersaji dalam serapan pembayaran belanja yang ada di Sekretariat Daerah Tahun Anggaran 2021, ditemukan pembayaran untuk belanja penyediaan Gas LPG Rp. 3.1 juta per bulan dan pengganti Sembako Rumdin Bupati Rp. 13.500.000,- per bulan. Ditambah lagi, penyediaan minuman Rumdin bupati Rp. 7 juta per bulan.

Jika dikalkulasi total pengeluaran anggaran di luar ketentuan SBU dalam Perbup 86 tahun 2020, dalam bulan Januari saja, jumlah uang tambahan itu mencapai Rp. 32.850.000,-, belum termasuk bulan-bulan berikutnya.

Apa saja lauk pauk yang dimakan Bupati dan siapa turut menikmati hidangan lauk pauk di rumah dinas bupati. Padahal, petugas piket di Pos Rumdin Bupati sudah mendapat alokasi biaya lauk pauk dan makan minum tersendiri sebesar Rp. 9.250.000,- per bulan.

Baca juga:  Berqurban, Jangan Sampai Kalah dengan Keinginan Gowes

Dan makan minum tamu pun sebenarnya juga sudah dianggarkan dalam pos rekening tersendiri.

Jika dikonversikan dalam bentuk barang, penyerapan anggaran belanja sebesar Rp. 3,1 juta per bulan untuk penyediaan Gas LPG tersebut akan mendapatkan 30 tabung blue gas isi 5,5 Kg, atau 20 tabung gas LPG isi 7 Kg, dan atau uang sebesar itu bisa digunakan untuk membeli gas LPG melon isi 3 Kg, sebanyak 150 tabung.

Wah, tabung sebanyak itu untuk masak apa saja ya? Padahal, setiap harinya tamu-tamu Bupati yang datang ke rumah dinas tidak banyak, seperti tamu hajatan. Apalagi selama 2021 ini, Bojonegoro dalam masa pandemi Covid19.

Untuk biaya pengganti Sembako sebesar Rp. 13.500.000,- ini juga patut dipertanyakan, lantaran uang sebesar itu bisa digunakan untu membeli beras kualitas premium seberat 1 ton harga Rp 10 ribu per Kg beras, minyak goreng mutu baik 100 liter, dan gula pasir sebanyak 100 Kilogram.

Uang penyediaan minuman untuk Rumdin bupati Rp. 7 juta, dengan uang sejumlah itu jika dibelikan minuman air mineral merk apa saja tentunya akan menghasilkan beratus-ratus liter air atau galon.

Hmmmm…… Luar biasa.

Penulis : Putut Sugiharto, Jurnalis jybmedia.com, Biro Bojonegoro.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here