KBRI Damaskus Sukses Dampingi Terpidana Mati hingga Bebas

Ilustrasi KBRI Damaskus

DAMASKUS – JYBMedia: Jajaran KBRI Damaskus, Suriah, berhasil mendampingi terpidana hukuman mati hingga mendapatkan keputusan bebas dari pengadilan.

Terpidana mati tersebut adalah Yanti Puspita Sari binti Satia. Ia divonis pada tahun 2009.

Berdasarkan Keputusan Hakim Pengadilan Negeri Damaskus tertanggal 28 Oktober 2021, Yanti kelahiran Karawang 1 Januari 1980 dinyatakan bebas.

Yanti Puspitasari divonis hukuman mati pada tahun 2009. Sejak itu, KBRI terus melakukan upaya pembebasan atau pengurangan hukuman.

Hakim menyetujui pengurangan hukuman menjadi hukuman seumur hidup, dan pada tahun 2021 ini, akhirnya hakim memutuskan bebas.

Saat ini yang bersangkutan bersama Tim KBRI kembali ke tanah air.

Secara umum sejak 2011 hingga 2021 Kemenlu telah membantu membebaskan 516 WNI dari jeratan ancaman hukuman mati.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Judha Nugraha menyebutkan, 206 WNI terancam hukuman mati sepanjang tahun 2021.

Dari ratusan WNI yang terancam hukuman mati tersebut, Malaysia merupakan negara yang paling dominan akan menjatuhi hukuman mati bagi WNI, yakni 188 orang.

Selain di Malaysia, lima WNI juga terancam hukuman mati di Arab Saudi, empat di Uni Emirat Arab, tiga WNI di Laos, dua di China, dan masing-masing satu WNI di Vietnam, Myanmar, dan Singapura.

Menurut Judha Nugraha, mayoritas kasusnya adalah narkoba.

Selain narkoba, para WNI yang terancam hukuman mati juga dilatarbelakangi tersangkut kasus pembunuhan dan lain sebagainya.

Jika merujuk gender, ujarnya, dari 206 WNI yang terancam hukuman mati tersebut 39 di antaranya merupakan perempuan. (*)

sumber: Kemlu.go.id

Baca juga:  Kemenag Umumkan Hafiz yang Lolos Seleksi Calon Imam di UEA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here