Jurnalis dan Musisi Bens Leo Berpulang

Bendictus Benny Hadi Utomo (Bens Leo),

JAKARTA – JYBMedia: “Telah berpulang dengan tenang menuju rumah bapa di surga, Bendictus Benny Hadi Utomo (Bens Leo), dalam usia 69 tahun, pada hari Senin, 29 November 2021, pukul 08.24 WIB di RS Fatmawati, Jakarta,” tulis pengumuman keluarga yang diunggah oleh Olga Lydia melalui akun Twitternya.

Dalam pengumuman tersebut juga dituliskan Bens Leo akan langsung dimakamkan.

Pihak keluarga juga meminta, untuk tidak ada yang mengantar sampai pemakaman.

“Demi menjaga privasi keluarga inti dan mentaati protokol kesehatan Covid 19, kami mohon kepada keluarga besar, para sahabat dan handai taulan untuk mengantarkan beliau ke tempat peristirahatan terakhirnya dengan iringan doa dari rumah masing-masing,” demikian keterangan pengumuman tersebut.

Bens Leo dikabarkan meninggal karena Covid-19 juga disampaikan oleh akun Twitter, Nini Sunny, yang menulis buku bersama Bens Leo.

“Mas Bens Leo, sejak Kamis Minggu ll masuk RS Fatmawati krn Covid. Istri dan anaknya juga, namun sudah membaik,” tulis Nini.

“Hanya Mas Bens yang jadi sangat serius. Mohon doa untuk beliau. Mohon juga tetap jalani prokes. Covid masih ada!” ujarnya lagi.

Bens Leo, adalah jurnalis yang terkenal dan diakui di bidang musik.

Ia memulai karir dengan menulis wawancara khusus dengan Koes Plus di tahun 1970-an dan dimuat di surat kabar Berita Yudha.

Belakangan ia bergabung dengan Japi Tambayong, alias Remy Silado mendirikan majalah musik Aktuil.

Sejak itu ia terus konsisten sebagai pengamat musik dan entertainment Indonesia.

Ia termasuk anggota awal tim sosialisasi Anugerah Musik Indonesia (AMI).

Bens juga di kenal sebagai seorang pencari bakat dan produser musik.

Ia berhasil berhasil memproduseri album perdana Kahitna yaitu Cerita Cinta pada tahun 1993.

Baca juga:  Mengintip Bisnis Menjanjikan di Tahun 2021

Bens juga pernah menjabat sebagai pemimpin redaksi majalah remaja Anita Cemerlang yang berisi cerita pendek dan gaya hidup.

Pada tahun 1974, ia mulai ditunjuk sebagai anggota Dewan Juri Festival Lagu Pop Indonesia yang bermuara di World Popular Song Festival

Pada tahun 1976, ia diundang atas nama pribadi dan Aktuil sebagai satu-satunya wartawan musik Indonesia yang meliput World Popular Song Festival di Tokyo, mendampingi Guruh Soekarnoputra, Grace Simon dan Idris Sardi.

Pada tahun 2000, ia diajak Maxi Gunawan, seorang musisi dan pengusaha, untuk membangun media cetak musik, yang kemudian diberi nama NewsMusik. Dia mengundurkan diri pada tahun 2003. (*/sib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here