Perkembangan Alat Wirausaha Sunduk Sate di Tempursari yang Terus Berinovasi

Geliat usaha pelaku usaha sunduk sate yang terus memposisikan diri, seiring bergulirnya waktu.

KEDIRI – JYBMedia: Wirausaha adalah orang yang mampu mengenali produk, jasa dan proses baru
dengan pendekatan yang inovatif dan melihatnya sebagai peluang bisnis, ia juga harus berani menanggung risiko bisnis.Sedangkan, kewirausahaan merupakan semangat dan prilaku yang memiliki kemampuan manajemen, berpikir kreatif dan tindakan inovatif untuk menciptakan nilai yang dijadikan dasar, kiat dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Yang dimaksud disini adalah usaha mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro.Sebagai mana diatur dalam undang-undang. Contoh usaha mikro, yaitu warung
kopi, pedagang asongan, pangkas rambut, pedagang di pasar, dan sebagainya.

Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil sebagaimana dimaksud dalam undang-undang.

Dusun Tempursari, Desa Sukoanyar yang berada di Kecamatan Mojoi, Kabupaten
Kediri, Jawa timur. Permasalahan yang muncul, yaitu pelaku usaha di wilayah usun Tempursaari selama menjalankan usahanya dari tahun ke tahun masuk ke jaman modern ini, para pembeli semakin bertambah dan permintaan sunduk sate
yang tidak membutuhkan waktu lama harus jadi atau dalam arti keinginan proses
pembuatan sunduk sate bisa di percepat .

Kewirausahaan mengalami perkembangan yang cukup pesat di berbagai negara. Kewirausahaan tidak hanya berperan dalam meningkatkan output dan pendapatan per kapita, namun melibatkan pengenalan atau penerapan perubahan dalam struktur bisnis maupun masyarakat (Slamet et.al, 2014).

Baca juga:  Pohon Besar Timpa Rumah Warga Banyakan

Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan ikut memiliki andil dalam mendorong praktik-praktik kewirausahaan yang pada akhirnya memunculkan berbagai penemuan-penemuan produk dan jasa baru bagi konsumen. Hal ini tentunya, membuka peluang kerja baru, membuka pasar baru, dan dalam jangka panjang akan mampu menciptakan pertumbuhan usaha di berbagai sektor.

Di negara yang sedang berkembang, usaha-usaha yang banyak tumbuh di masyarakat umumnya tergolong sebagai usaha kecil. Fakta ini menunjukkan bahwa usaha kecil merupakan mayoritas kegiatan masyarakat yang memberikan kontribusi signifikan terhadap penciptaan pendapatan penduduknya. Beberapa fakta tersebut

Antara lain: 40% dari volume bisnis di banyak negara dilakukan oleh usaha kecil, 75% dari perkerjaan baru dihasilkan oleh sektor usaha kecil, usaha kecil menyumbang bagian tersebar dari penjualan di sektor manufaktur, dan hampir di semua negara usaha kecil adalah tempat lahirnya kewirausahaan. Namun demikian, terdapat juga fakta bahwa 50% dari usaha kecil gagal pada dua tahun pertama dan manajemen yang buruk adalah penyebab tersebar kegagalan usaha kecil (Daryanto 2013,p.2).

Di Indonesia, pertumbuhan ekonomi juga ditentukan oleh dinamika perekonomian daerah, sedangkan perekonomian daerah pada umumnya di hasilkan dari kegiatan ekonomi berskala kecil dan menengah. Memang keberadaan pengusaha kecil dan menengah merupakan proses awal perkembangan industrialisasi di daerah, tapi kenyataannya di lapangan, masih banyak kendala yang dihadapi oleh usaha kecil dan menengah.

Menurut Prawiranegara dalam Suryanita (2006,p.5) kendala intern yang dihadapi oleh pengusaha kecil yaitu kualitas SDM yang masih rendah, lemahnya akses dan pengembangan pasar.Lemahnya struktur pemodalan, terbatasnya penguasaan teknologi, lemahnya organisasi dan manajemen, serta terbatasnya jaringan usaha dan kerjasama dengan pelaku-pelaku ekonomi lainnya.

Untuk menghadapi kendala tersebut, seorang pengusaha harus memiliki pondasi yang kuat sebelum mendirikan dan menjalankan usahanya. Seorang pengusaha harus memiliki orientasi kewirausahaan untuk menghadapi persaingan dan tekanan pasar yang terus meningkat (Kaur and Mantok , 2015).

Baca juga:  Anies Apresiasi Milenial Pelestari Wayang Orang

Dusun Tempursari, Desa Sukoanyar, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa
Timur, pelaku usaha Sunduk Sate hanya skala usaha Menengah dan Usaha Kecil.

Dari hasil survei dengan dilakukan wawancara pada Mitra (pelaku Usaha), didapatkan bahwa pelaku usaha di Dsn.Tempursari ini sudah memiliki legalitas usaha, contohnya NPWP. (*/)

Penulis :
Firman Riyansyah
1441800074
Kelompok R-31 KKN Reguler
PROGRAM STUDI TEKNIK ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here