Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Dalam Berbangsa Dan Bernegara

Sosialisasi 4 pilar yang dilakukan Anggota DPR RI Nurhadi, S.Pd

TULUNGAGUNG – JYBMedia: Sebagai salah satu upaya penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara kepada masyarakat Anggota MPR RI Fraksi Partai NasDem gelar kegiatan sosialisasi 4 pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika).

Sosialisasi diadakan di Desa Pulerejo, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung,
dihadiri langsung oleh Anggota MPR RI Nurhadi, S.Pd, Tenaga Ahli Bidang Hukum DPR RI Heri Sunoto SH beserta Tokoh Masyarakat Tulungagung. Sabtu (30/04/2022)

Dalam pelaksanaannya kegiatan Sosialisasi 4 pilar kebangsaan oleh Anggota MPR RI Nurhadi, S.Pd mendapatkan respon positif dari masyarakat. Hal tersebut terlihat dari animo masyarakat yang datang mengikuti kegiatan tersebut kurang lebih sebanyak 250 peserta.

Nurhardi mengungkapkan, sebagai anggota MPR RI sekaligus DPR RI memiliki tugas dan berkewajiban mensosialisasikan 4 pilar bangsa dan bernegara. 4 pilar itu yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Hal seperti ini wajib terus untuk kita di dengungkan dan di sosialisasikan kepada masyarakat, agar masyarakat tidak lupa jati diri dengan berpedoman kepada pancasila.
Saling menghargai dan saling menghormati walaupun berbeda agama, suku itu ada di pancasila, musyawarah gotong royong ada di pancasila juga. Keadilan sosial yg menjadi hak seluruh rakyat indonesia juga ada di pancasila”.

Nurhadi pun menjelaskan, Ini yang harus kita pertahankan, jangan sampai ada radikalisme yang tumbuh yang tidak kita ketahui secara kasat mata di kampung-kampung dan desa-desa. Maka kita gencar sosialisasi 4 pilar ini, kita ingatkan.

“Suatu contoh jangan sampai ada orang yang tidak begitu di kenal, mungkin kost atau kontrak di rumah teman ini juga harus lapor kepada rt”.

Lebih lanjut Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem tersebut mencontohkan, dengan memiliki produk-produk indonesia dan selalu membeli produk-produk indonesia itu sebagai salah satu contoh bentuk kecintaan kepada negara.

Baca juga:  Pemprov Kalteng Hentikan Transportasi Umum hingga 12 Hari

“Indonesia terkenal dengan multi etnis, multi suku, multi bahasa dan multi agama. Tetapi indonesia terkenal dengan negara yang humanis yang rukun”.

“Undang – Undang 1945 merupakan sumber dari segala hukum yang mana aturan itu dikeluarkan disetujui atas dasar dari amanah Undang-undang 1945, sampai ke tingkat peraturan paling bawah di peraturan desa”.

Kalau 4 pilar ini selalu dijaga insya Allah tidak akan ada perpecahan, kesatuan republik indonesia terjaga insya Allah selama-lamanya mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan bersatu”, tutur Nurhadi yang juga duduk di Komisi IX DPR RI ini.

Hal senada disampaikan juga oleh pemateri Heri Sunoto SH, bahwa 4 pilar yang dimaksud ialah bagaimana kita paham dengan pancasila, paham dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, paham dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan paham terhadap Bhinneka Tunggal Ika.

Sejak regulasi reformasi sampai 2009 itu proses transformasi reformasi, banyak masyarakat tantangan itu sudah mulai bergeser pikirannya melupakan apa yang sudah kita miliki bangsa Indonesia.

Pancasila sebagai dasar dan ideologi Satu satunya bangsa Indonesia, Pancasila wujud negara hadir melakukan segala kebijakan nya tidak boleh keluar dari ideologi bangsa kita.

“Undang – undang 1945 sebagai konstitusi dasar segala undang – undang yang ada, yang harus merujuk kepada undang-undang dasar 1945. Pilarnya sebagai semboyan, bahwa kita juga punya bangsa yang peradaban ada 1700 suku bangsa menyatu menjadi bangsa Indonesia, yaitu bhinneka tunggal Ika.

Maka dari itu banggalah kita sebagai bangsa Indonesia, yang hari ini gaungnya Nusantara Jaya yaitu bagian dari negara kita,” ucapnya.
(rf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here